Para Bocil Adu Cekatan di Kompetisi Karate Piala Kemerdekaan DPRD Kota Malang

Aksi para bocil di kompetisi karate Piala Kemerdekaan DPRD Kota Malang.(blok-a.com/Widya)

Kota Malang, blok-a.com – Puluhan bocah kecil atau bocil berbaju karate sedang berbaris di GOR Ken Arok, Sabtu (28/10/2023). Mereka bersiap untuk adu kelincahan juga ketangkasan gerakan kaki dan tangan dalam kompetisi Piala Kemerdekaan DPRD Kota Malang.

Terlihat beberapa di atlet cilik mengenakan penutup rambut, ada pula yang dikuncir dengan pita yang lucu.

Ada 1559 peserta yang akan berkompetisi dalam ajang ini. Antara lain Sidoarjo, Pasuruan, dan Batu.

Kompetisi tersebut terdiri dari dua kategori, yakni festival dan open tournament.

Untuk kategori festival akan diikuti oleh anak berusia 5 tahun hingga 7 tahun. Sementara untuk open tournament berusia 11 hingga 14 tahun.

Aksi para bocil di kompetisi karate Piala Kemerdekaan DPRD Kota Malang.(blok-a.com/Widya)

“Untuk festival itu anak-anak akan memperagakan kata karate, kalau open itu turnamen karate untuk remaja,” beber Ketua Panitia Festival dan Open Turnamen Piala Kemerdekaan DPRD Kota Malang, Ujang Suryana.

Kata adalah serangkaian gerak beladiri yang menjadi pakem dalam dunia karate. Yang dinilai nantinya adalah sisi teknik dan keindahan dari penyajian gerakan.

Sementara untuk turnamen, para peserta akan melawan satu sama lain sesuai dengan teknik karate. Acara tersebut akan digelar selama dua hari berturut-turut hingga Minggu, 29 Oktober 2023.

Pada hari pertama, nampak empat area dimana para peserta akan memperagakan rangkaian gerakan kata karate. Masing-masing area berisi dua peserta.

Tidak seperti turnamen, pada bocah yang lucu dan menggemaskan ini mencoba memperagakan gerakan dengan wajah garang. Dengan lincah, mereka mengayunkan tinju dan melompat-lompat.

Ujang berharap, acara tersebut bisa menjadi bentuk regenerasi atlet karate. Mengingat dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII lalu masih belum mendapatkan medali emas.

Sebelumnya, memang Forum Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) memang menargetkan dapat medali emas. Namun, masih mendapatkan dua medali perak dan satu perunggu.

“Dari sini kita bisa melihat kemampuan lawan dari kota lain agar mereka (peserta Kota Malang) bisa belajar,” beber Ujang.

Terpisah, Pj Wali Kota Malang turut mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, gelaran Piala Kemerdekaan DPRD Kota Malang bisa menjadi semangat baru bagi atlet karate.

“Meski belum mendapatkan hasil yang diharapkan namun jangan patah semangat. Acara ini patut diapresiasi karena Piala Kemerdekaan DPRD Kota Malang menjadi semangat baru untuk melatih karate-ka di Kota Malang,” ujar dia. (mg2/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com