Paket Wedding Murah di Dau Malang Cuma Rp 65 Ribu per Undangan, Sudah Termasuk Tempat & Makan

Caption : Situasi Waroeng Tani yang tengah ramai di kunjungi wisatawan luar daerah (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)
Caption : Situasi Waroeng Tani yang tengah ramai di kunjungi wisatawan luar daerah (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Mengusung konsep tradisional food, Waroeng Tani yang terletak di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau Kabupaten Malang kini mulai dilirik wisatawan luar kota hingga mancanegara.

Owner Waroeng Tani, Muhammad Ali Supandri (48) mengatakan kini ia mulai mengepakkan sayap bisnis kulinernya untuk menyisir wisatawan Malang Raya.

Karena letaknya di tengah-tengah Kota Batu dan Kota Malang, dirinya mulai membangun jaringan dengan awak travel untuk menggait wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Supandri optimis, bisnis yang sudah digeluti sejak 2018 silam akan melejit. Terlebih, seperti yang ia diketahui, kunjungan wisata di wilayah Kota Batu dan Kota Malang mencapai 20 juta pertahunnya.

Dengan demikian, Supandri menyakini terdapat kurang lebih 1 Triliun perputaran uang yang terjadi di sektor pariwisata dalam kurun waktu satu tahun.

“Dari kunjungan wisatawan itu yang lagi kita konsep. Kalau di total kurang lebih ada 20 juta kunjungan wisata itu by data, untuk Kota Batu dan Kota Malang. Katakan lah kalau perorang makan Rp 50 ribu, berarti kalau di total ada satu Triliun berseliweran di sekitar kita,” ungkap Supandri saat ditemui Blok-a.com.

Sesuai dengan namanya, Waroeng Tani ini memiliki konsep tradisional. Menu dan ornamen-ornamen di dalamnya saling melengkapi. Ditambah dengan sentuhan hijau dari tanaman yang rindang, membuat suasana warung ini semakin nyaman untuk menemani hidangan tradisionalnya.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 15 ribu. Pelanggan sudah dapat menikmati satu porsi hidangan prasmanan yang disediakan. Mulai dari sayuran ndeso dan lauk pauk serta satu porsi nasi.

“Kita menyediakan menu tradisional, semua masakan di olah setiap harinya jadi frash. Untuk menu favorit, ada tumis dau pepaya. Tumis kita beda dari yang lain, tidak pahit, ada juga ayam bumbu pedas, sayur rebung,” beber Owner Waroeng Tani.

Meskipun harganya terjangkau, Waroeng Tani tetap menjaga kualitas rasa yang diolah. Menu yang disediakan juga beragam, terdapat puluhan menu prasmanan setiap harinya.

Tak heran, jika pelanggan yang datang hingga luar wilayah Malang. Seperti Sumatera, Kalimantan, Bali, Lombok, Makassar, bahkan hingga mancanegara.

“Alhamdulillah, banyak yang cocok. Sekarang lagi ramai travel, dari beberagai daerah dan setiap kali kunjungan ke Malang banyak yang kembali kesini. Beberapa turis juga ada yang mampir datang,” ungkapnya.

Dikatakan Owner, Waroeng dengan luas lahan 2 Hektar ini akan terus dilakukan pengembangan. Hal itu dilakukan untuk menambah daya tarik pengunujung serta memaksimalkan lahan yang dimiliki.

“Disebelah depan sisi samping ada kolam pancing, dalam waktu dekat ini rencananya akan menambahkan wahana baru. Seperti kolam renang dan wisata berkuda untuk menambah daya tarik bagi pengunjung,” terangnya.

Tak hanya fokus pada pengembangan wisata tambahan, Supandri juga mulai merambah ke konsep catering dan wedding.

Ia mengatakan, kini Waroeng Tani di Malang mulai membuka penawaran paket wedding dengan konsep yang terus dimatangkan.

“Paket wedding sudah mulai jalan, di bulan tujuh nanti sudah ada empat bookingan. Paket wedding kita siapkan Rp 65 ribu per pax. Itu sudah include tempat dan makanan prasmanan,” pungkasnya.

(ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?