MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bakal memasang traffic light baru di beberapa daerah Kota Malang. Traffic light adaptif ini dirancang menggunakan sistem Area Traffic Control System (ATCS).
Salah satunya titiknya ada di Kedungkandang, setelah renovasi Jembatan Kedungkandang usai, Exit Tol Madyopuro ditambah beberapa kampus dan pemukiman penduduk, Kedungkandang bakal jadi lebih metropolis.
“Ini sedang dikerjakan, baru selesai lelang. Ada empat, titik terakhir yang sudah ATCS dinamis kan di Sawojajar Jalan Danau Toba, lalu di daerah Bank BTN Sawojajar. Jadi ada 8 pembangunan ATCS di Kota Malang tahun 2020, 4 APBD karena Jalan Kota, yang 4 Jalan Nasional jadj APBN,” ujar Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto, Jumat (16/10).
Handi menambahkan Dishub merencanakan bakal menambah dua traffic light berbasis ATCS lain. Satu yang bakal ditempatkan di Ki Ageng Gribig Kota Malang dan daerah Sulfat Kota Malang yang masuk Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
“Di Ki Ageng Gribig selama ini kita tutup barrier sementara, nanti barrier itu kita lepas diganti dengan traffic light. Lalu di Simpang Sulfat yang Dinkes itu nanti kita upgrade dinamis,” tambahnya.
Anggaran yang digunakan senilai Rp 4,6 Miliar yang diperuntukkan untuk pengadaan dan pemasangan traffic light adaptif dengan menggunakan sistem Area Traffic Control System (ATCS).
“Selain itu ada empat lagi, pertama di Perempatan Gadang, kedua di Klenteng, ketiga di Fly Over Kota Lama, keempat di Rampal. Itu yang masuk jalan nasional, awal tahun kemarin sudah saya ajukan ke pak Dirjen Perhubungan Darat dan itu di-acc,” tandasnya.
Dari persimpangan diatas, ada sejumlah persimpangan yang sebelumnya memakai sistem manual, dan akhirnya diganti dengan sistem ATCS.
Selanjutnya di tahun depan, pihaknya bakal mengajukan kembali kepada pemerintah pusat untuk pergantian traffic light manual ke traffic light adaptif (ATCS). Terutama di sejumlah jalan nasional yang berada di tengah Kota Malang. Seperti di Kacuk dan Jalan LA Sucipto, Kota Malang.









Balas