Menteri Ekraf Bicara Soal AI dan Investasi di KEK Singhasari

Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, CEO KEK Singhasari David Santoso, saat mengunjungi Content Garage dan Hellomotion High School di KEK Singhasari Malang. (blok-a.com/ Berril Labiq)
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, CEO KEK Singhasari David Santoso, saat mengunjungi Content Garage dan Hellomotion High School di KEK Singhasari Malang. (blok-a.com/ Berril Labiq)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari Kabupaten Malang, pada Selasa (29/4/2025).

Ia menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif serta perlunya adaptasi terhadap kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

Dalam kunjungannya, Teuku Riefky meninjau langsung ke beberapa tempat yang ada di KEK Singhasari, termasuk mengunjungi King’s College, Cyber Defense Academy, dan SMK Negeri 2 Singosari. Ia mengapresiasi karya-karya siswa SMK yang mampu menghasilkan animasi dengan potensi luar biasa.

“Jadi tadi juga mengunjungi SMK 2 Singosari ya, kita juga melihat anak-anak kita membuat animasi-animasi dengan potensi yang luar biasa,” ujarnya.

KEK Singhasari, menurut Menteri Teuku Riefky, menjadi salah satu KEK pertama yang berfokus pada ekonomi kreatif dan digital, sehingga perlu dukungan lebih lanjut agar bisa menjadi pusat pengembangan talenta nasional maupun internasional.

“Selain infrastruktur yang siap, ekosistem di KEK Singhasari sudah mulai hidup. Tapi tentu perlu penguatan, baik dari sisi regulasi, pemasaran, pelatihan, hingga investasi,” tambahnya.

Menjawab tantangan pembiayaan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif, Menteri menyebut pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencari alternatif pendanaan yang lebih ramah terhadap sektor ini.

Selain regulasi pendanaan, pihaknya juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan. Menteri Teuku Riefky menyebut bahwa berbagai perusahaan besar, termasuk perusahaan teknologi global, telah menjalin komunikasi untuk berkolaborasi dalam program pelatihan, peningkatan keterampilan (upscaling), dan pengembangan talenta lokal.

“Apakah itu kaitannya dengan aplikasi, apakah itu kaitannya dengan games, apakah itu kaitannya dengan animasi, untuk juga memberikan pelatihan-pelatihan. Nah mereka minta kita mengkurasi kemana pelatihan-pelatihan yang baik ini diberikan kepada anak-anak Indonesia,” jelasnya.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky berencana menjadikan KEK Singhasari sebagai salah satu pusat kolaborasi pelatihan ini. Selain itu, kawasan ini juga akan difokuskan sebagai titik investasi bagi para investor yang ingin terjun ke industri ekonomi kreatif.

“Kami telah merekomendasikan beberapa investor untuk berinvestasi di kawasan ini,” tambahnya.

Sementara itu, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kehadiran kecerdasan buatan (AI) juga menjadi sorotan. Banyak pelaku industri animasi dan kreatif yang khawatir akan dampaknya terhadap eksistensi karya manusia. Menanggapi hal ini, Menteri menyatakan bahwa AI adalah perkembangan yang tidak bisa dihindari, namun harus dikelola dengan bijak.

“Sebetulnya bagaimana mensiasati hadirnya AI dan disinergikan dengan pihak pegiat ekonomi kreatif, ini yang kami juga sedang bicara, kalau itu ada ayo kita berikan pelatihan kepada pegiat kita. Jadi pegiat kita tidak jadi korban itu tapi juga bisa memanfaatkan AI dengan bijak. Jadi tidak mengasampingkan karya-karyanya manusia. Itu tantangannya,” tutupnya. (ber)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com