Mensos Sebut Siswa Sekolah Rakyat di Malang Sempat Homesick

Mensos Gus Ipul saat mengunjungi SRMP di Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Mensos Gus Ipul saat mengunjungi SRMP di Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, menyampaikan perkembangan positif terkait program Sekolah Rakyat di Kota Malang. Meski sempat menghadapi sejumlah tantangan di tahap awal, sekolah berasrama ini dinilai telah menunjukkan progres signifikan, baik dari sisi siswa, tenaga pendidik, maupun sarana prasarana.

“Alhamdulillah, secara umum berjalan dengan baik. Memang ada tantangan, seperti kekurangan sarana prasarana dan SDM, tapi semua itu bisa diatasi secara bertahap,” ujar Saifullah Yusuf usai meninjau kegiatan belajar-mengajar di SRMP 16 Kota Malang.

Ia menjelaskan, tantangan utama di awal adalah adaptasi siswa terhadap pola hidup berasrama. Banyak anak sempat mengalami kerinduan rumah (homesick), namun kondisi berangsur membaik setelah tiga hingga empat minggu.

“Home sick, rindu rumah dan belum bisa jauh dari orang tua menjadi tantangan awal, namun setelah berjalannya waktu masalah itu bisa lebih stabil,” jelasnya.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa bangunan sekolah saat ini masih bersifat sementara. Pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen dimulai tahun ini dan siap ditempati pada 2026.

“Nantinya akan dibangun gedung permanen. Untuk tahap pertama, ada 100 titik yang disiapkan menggunakan dana APBN, dan bisa menampung hingga seribu siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA,” terangnya.

Tak hanya fokus pada akademik, Sekolah Rakyat juga dilengkapi program kesehatan dan pengembangan potensi siswa. Seluruh siswa menjalani pemeriksaan kesehatan di awal tahun ajaran dengan hasil dicatat dalam medical record masing-masing.

“Mayoritas anak-anak punya masalah di gigi, berat badan, dan anemia. Ini langsung ditindaklanjuti, termasuk pemberian gizi tambahan,” ungkapnya.

Selain itu, program DNA Talent diterapkan untuk memetakan potensi siswa sejak dini. Dengan teknologi ini, guru dapat merancang metode pembelajaran sesuai minat dan kemampuan individu.

“Dari tes itu para guru bisa membimbing sesuai dengan kapasitas dan minat, bakat, potensi masing-masing siswa sejak awal proses pembelajaran,” pungkasnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com