Mengharukan, Pelepasan Bayi Kembar Siam di RSSA Diiringi Pengibaran Bendera dari Nakes

Mengharukan, Pelepasan Bayi Kembar Siam di RSSA Diiringi Pengibaran Bendera dari Nakes
Mengharukan, Pelepasan Bayi Kembar Siam di RSSA Diiringi Pengibaran Bendera dari Nakes

Kota Malang, blok-a.com – Tim Dokter Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang sukses melakukan operasi separasi atau pemisahan bayi kembar siam Aliyah – Aisyah.

Setelah 10 hari mendapat perawatan khusus tim medis RSSA Kota Malang, kedua bayi kembar siam perempuan berusia 11 bulan pasangan suami istri H dan S asal Pasuruan tersebut kondisinya sudah stabil dan dikembalikan kepada orang tuanya.

Pantauan wartawan blok-a.com, tampak kepulangan bayi kembar siam Aliyah – Aisyah keluar dari gedung morning report. Saat keluar dari gedung puluhan perawat dan dokter mengibarkan bendera merah putih dengan rasa senang dan haru melepas kepulangan kedua bayi kembar ini saat menaiki mobil .

Sementara, Ketua Tim Operasi Kembar Siam, Eko Sulistijoko mengatakan pasca operasi pemisahan perut, kegawatan pada bayi kembar siam sudah terlampaui dan kondisinya stabil.

Oleh karena itu, tim medis mengijinkan kedua bayi tersebut sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

“Setelah dirawat 10 hari sejak operasi pemisahan, bayi kembar siam Aliyah dan Aisyah kondisinya stabil dan sudah normal, sehingga tim operasi kembar siam memutuskan kedua bayi tersebut hari ini sudah boleh dipulangkan,” kata Eko saat konferensi pers, di RSSA Kota Malang Selasa (22/8/2023).

Menurut Eko, dengan di ijinkannya pulang, tim medis akan tetap melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang kedua bayi.”Kita akan tetap memantau tumbuh kembang bayi Aliyah dan Aisyah,” ujarnya.

Operasi kembar siam ini baru pertama kali dilakukan RSSA. Operasi pemisahan Omphalofagus atau dempet bagian dada dan perut bayi Aliyah dan Aisyah ini dilakukan tim medis RSSA Malang dibantu tim medis Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya, pada Sabtu (12/8/2023) pagi.

Saat operasi pemisahan, tim bedah operasi kembar siam hanya membutuhkan waktu selama 1 jam untuk memisahkan tubuh kedua bayi berusia 11 bulan tersebut.

Direktur RSSA Malang dr Bachtiar Budianto mengatakan bsrsyukur dengan keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam Aliyah dan Aisyah.

“Alhamdulillah, atas doa masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan bersyukur operasi separasi pemisahan sampai perawatan bayi kembar siam Aliyah dan Aisyah berhasil kita lakukan dalam waktu 10 hari,” tandasnya.

Proses operasi pemisahan bayi kembar siam tersebut berlangsung sangat cepat dan hanya membutuhkan waktu 1 jam. Bahkan, kedua liver pada bayi kembar siam pun juga sudah dinyatakan normal.

Seperti diberitakan sebelumnya Ibu bayi tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD Bangil. Bayi kembar siam diketahui tim medis melalui USG di usia kandungan 7 bulan, hingga lahir pada 15 September 2022. (mg1/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?