MALANG – Universitas Brawijaya Malang bekerjasama dengan perusahaan swasta PT Oikos Perkasa, untuk mengembangkan metode tes deteksi Covid-19 terbaru. Dinamakan tes antigen, tes ini diklaim lebih cepat, akurat dan murah. Metode ini diharap bisa menggantikan rapid test yang dirasa kurang efektif untuk deteksi covid-19.
“Analisa dari covid-19 ini kan ada tiga jenis. Pertama PCR yang itu golden standart, kedua tes antibodi (rapid) dan yang sekarang baru kita temukan adalah antigen ini, kita baru start September kemarin. Antigen tepat mengena kepada sasaran apakah orang itu positif atau negatif,” ujar Putut Sadriyanto, Direktur PT Oikos Perkasa.
Diharap, Antigen ini jadi solusi cepat tracing dan tracking bila berhasil mendeteksi secara akurat. Saat ini, pihak akademisi masih mencoba mendalami tes antigen ini. Selain UB, PT Oikos juga menggandeng UI (Universitas Indonesia).
“Uji sample tes antigen ini diharapkan hasilnya dapat dilakukan secara massal. Karena tes antigen ini berguna untuk daerah yang jauh dengan laboratorium. Ini merupakan solusi alternatif karena pengujiannya mudah,” tambahnya.
Bila berhasil dan teruji klinis, tes antigen ini diharap Putut bisa menggantikan tes swab PCR yang cenderung lama dan mahal.
Proses tes antigen ini pada dasarnya mirip swab. Mengambil sampling lewat swab hidung dan tenggorokan. Diklaim juga lebih cepat, kurang lebih 15 – 20 menit pengujian, hasil sudah bisa keluar. “Sehingga tidak perlu uji laboratorium, hanya pengawasan dari nakes saja,” ujar Putut.
Ia juga mengatakan harga untuk sekali tes antigen ini 40 persen lebih murah daripada uji swab biasa. Sehingga semua lapisan masyarakat harapannya dapat mendapatkan tes antigen ini.
“Kalau pemerintah kemarin menetapkan Rp 900 ribu untuk harga tes swab PCR, kita kurang lebih 30 sampai 40 persen dari harga itu. Dan itu cepat pengerjaannya, sensitifitasnya sangat tinggi 90 – 94 persen,” tandasnya.
Metode ini sementara masih diujicoba ke 30 relawan yang terdiri dari civitas akademika UB dan warga biasa.
Untuk diketahui, tes antigen ini tetap tak bisa menggantikan swab PCR sebagai golden standart akurasi tes covid-19. Hanya saja, tes antigen ini diharap bisa menggantikan rapid tes dan berada di antara rapid test dan PCR.










Balas