KABUPATEN MALANG – Kopi Merah Jambuwer, itu namanya. Unik adalah rasanya. Kopi yang ditanam di lereng Gunung Kawi selatan Kecamatan Kromengan itu merupakan kopi robusta. Namun uniknya, saat merasakannya, tidak hanya pahit, tapi kopi ini juga ada rasa asam khas di setiap sruputan.
Kopi Merah Jambuwer dipetik oleh Gerakan Kelompok Tani Mekartani Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan menjadi salah satu potensi tersembunyi. Blok-A menemui owner kopi ini di sela-sela peresmian Koramil 0818-34/Kromengan, Senin (19/10) kemarin.
Ow Kopi Merah Jambuwer, Yon Puspa mengaku rasa asam itu berasal dari buah kopi pilihan. Kata Yon, buah kopi yang digunakan untuk Kopi Merah Jambuwer itu hanya yang bewarna merah. Kalau masih berwarna hijau ataupun merah tua tidak akan dipetik untuk produk unik dari Kromengan ini.
“Bijinya selected (dipilih). Kalau hijau atau terlalu merah tua nggak kami petik. Makannya kayak ada asamnya. Itu sudah anugerah,” kata Yon.
Masih penasaran, Blok-A menanyakan darimana ide untuk menyeleksi biji kopi tersebut. Yon mengaku inspirasinya adalah proses pembuatan kopi luwak.

Kopi Luwak yang terkenal itu, kata Yon biji kopinya juga diseleksi. Tapi yang menyeleksi bukan manusia, tapi hewan bernama luwak.
“Dan kami pandangi dan observasi. Kok hampir setiap kopi luwak sebagian besar buah kopinya berwarna merah. Nah dari situ kami ingin meniru dan hasilnya memang top,” kata Yon tersenyum.
Saat disinggung apakah ada treatment khusus lainya untuk membuat Kopi Merah Jambuwer ini bisa masam, Yon mengaku treatment khususnya adalah di proses pencucian. Proses pencuciannya kata Yon menggunakan metode semi-wash atau biasa disebut metode giling basah.
“Jadi intinya itu tidak membutuhkan air yang banyak dibanding metode lainnya seperti full washed. Sehingga masih ada lendir yang tersisa dari biji kopinya dan ketika dikeringkan akan mempengaruhi rasa kopinya dan after tastenya asam dan juga tidak terlalu kuat. Jadi rasanya clean,” papar Yon.
Dengan olahan dan hasil kopi dengan cita rasa khas itu, Kopi Merah Jambuwer kata Yon bisa bertahan hingga tiga tahun. Ada pula kedai yang menjual olahan Kopi Merah Jambuwer tepatnya di Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan dan namanya adalah Kedai Kopi Jambuwer.
“Dan kalau mencoba satu gelas Kopi Merah Jambuwer ini kami jual seharga Rp 6000 kalau yang masih dalam bentuk bubuk kami jual Rp 25 ribu per 200 gram. Sementara ini kami cuma jual di situ saja Kedai Kopi Jambuwer,” tutupnya.










Balas
Lihat komentar