Menengok Pembangunan Selama Sutiaji Menjabat 5 Tahun Sebagai Wali Kota Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji menemui massa aksi tolak satu arah Kayutangan, Senin (20/2/2023) (blok-a/helen)
Wali Kota Malang, Sutiaji menemui massa aksi tolak satu arah Kayutangan, Senin (20/2/2023) (blok-a/helen)

Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang, Sutiaji habis ini masa jabatannya bakal habis tepatnya September 2023 atau bulan depan.

Selama lima tahun jadi Wali Kota Malang, Sutiaji menyelesaikan sejumlah pembangunan yang menyedot anggaran besar. Dari catatan redaksi blok-a.com, sejak 2019 hingga 2023, setidaknya ada lima pembangunan dengan anggaran besar di era Sutiaji.

Sejumlah infrastruktur itu dibangun dengan tujuan meningkatkan ekonomi warga Kota Malang.

Lima proyek itu adalah dua jembatan, Kedungkandang, dan Tunggulmas. Selain itu ada pula pembangunan Malang Creative Center (MCC) dan juga Mal Pelayanan Publik. Terakhir pembangunan di era Sutiaji adalah Kayutangan.

Di artikel berseries ini, blok-a.com akan membahas satu per satu pembanguan di era Sutiaji serta dampaknya ke warga Kota Malang.

Sebelum diulas secara mendetail, berikut adalah ulasan singkat dari lima pembangunan di era Wali Kota Malang Sutiaji pada periode 2019 hingga 2023.

  1. Jembatan Kedungkandang
Jembatan Kedungkandang yang dibangun di era Wali Kota Malang Sutaiji (dok. blok-a.com)
Jembatan Kedungkandang yang dibangun di era Wali Kota Malang Sutaiji (dok. blok-a.com)

Jembatan Kedungkandang diresmikan pada tahun 2021 lalu. Pembangunan jembatan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 51,6 miliar. Asal dananya adalah APBD Kota Malang 2020. Rentang waktu penggarapannya mencapai 245 hari.


Jembatan ini memiliki panjang 330 meter. Sementara, lebarnya 16 meter.


Jembatan Kedungkandang ini dibangun untuk mengurai kemacetan di sisi timur Kota Malang dan meningkatkan akses jalan di sisi timur Kota Malang.

Sehingga, diharapkan investor akan menghampiri dan membangun usaha di Kota Malang bagian timur.

“Sudah ada investor yang mulai mengajukan ke Pak Lurah dan Camat Kedungkandang untuk membangun usaha di sana karena tertarik akan keramaian jalanan di sekitar Fly Over,” kata Sutiaji dilansir dari berita blok-a.com pada tahun 2021 lalu.

  1. Jembatan Tunggulmas
Jembatan Tunggulmas yang dibangun di era kepemimpinan Wali Kota Malang, Sutiaji (Dimas/blok-a)
Jembatan Tunggulmas yang dibangun di era kepemimpinan Wali Kota Malang, Sutiaji (Dimas/blok-a)

Jembatan Tunggulmas adalah jembatan yang terletak di Kota Malang, Jawa Timur. Jembatan ini menghubungkan Kelurahan Tunggulwulung dan Kelurahan Tlogomas. Jembatan ini memiliki panjang 314 meter dan lebar 12 meter. Jembatan ini dibangun dengan dana APBD sebesar Rp 39.702.957.000.

Jembatan Tunggulmas diresmikan pada tanggal 24 Februari 2022 oleh Wali Kota Malang, Sutiaji. Jembatan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta. Namun, jembatan ini justru sempat menjadi biang kemacetan baru. Hal ini dikarenakan jembatan ini tidak mampu menampung volume kendaraan yang melintas.

Pada tanggal 26 Maret 2022, jembatan Tunggulmas ditutup sementara oleh Pemerintah Kota Malang. Penutupan jembatan ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah. Jembatan ini kembali dibuka pada tanggal 12 Mei 2022 dengan beberapa penyesuaian, seperti pemasangan road barrier sepanjang 200 meter untuk menghindari crossing kendaraan.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menyebut bahwa jembatan Tunggulmas ini memang masih bikin macet khususnya di Tlogomas.

Namun, dampaknya dari jembatan ini adalah setelah di pertigaan Jembatan Tunggulmas jadi lebih lancer.

“Di jalan depan UMM hingga Dau Kabupaten Malang itu lebih lancer. Karena beberapa kendaraan bisa memilih opsi lewat Tunggulmas untuk menuju ke Batu atau UMM,” kata dia diwawancara blok-a.com, Rabu (16/8/2023).

  1. MCC
Miniatur candi di depan MCC (blok-a/Mike)
Miniatur candi di depan MCC (blok-a/Mike)

Malang Creative Center (MCC) dibangun untuk menaungi 17 subsektor ekonomi kreatif, diantaranya arsitektur, film, fotografi, kriya, kuliner, seni rupa, desain produk, aplikasi, game, televisi dan radio, fashion, pertunjukan, desain interior, periklanan, penerbitan, DKV, dan musik.

Sejak soft launching pada bulan Desember 2022 lalu, tercatat sekitar 500 kegiatan yang telah digelar di MCC.

MCC juga menjadi wadah event skala besar seperti pameran, workshop, fashion show, lomba yang melibatkan hingga ratusan orang telah digelar dengan sukses.

Beragam aktivitas kelompok-kelompok kecil juga terselenggara di MCC. Banyak rapat, seminar dan workshop diagendakan di MCC.

Pembangunan MCC sendiri telah memakan waktu hingga 420 hari. Pelaksanaannya dimulai kontrak dengan pemenang tender PT Tiara Multi Teknik sejak 27 Mei 2021 lalu. Kemudian, kontrak berakhir pada 20 Juli 2022. Pembangunannya menggunakan anggaran berkelanjutan.

Rinciannya, pada 2021, anggaran pembangunan MCC diambilkan dari APBD tahun anggaran (TA) 2021. Anggaran tersebut senilai Rp 25.800.000.000. Kemudian, pada 2022, kembali dianggarkan menggunakan APBD senilai Rp 71.397.911.628. Sehingga total kontrak pembangunan gedung mewah itu mencapai Rp 97.197.856.626.

  1. Mal Pelayanan Publik
Situasi mal pelayanan publik di Kota Malang (Dimas/blok-a)
Situasi mal pelayanan publik di Kota Malang (Dimas/blok-a)

Salah satu terobosan di era Wali Kota Malang, Sutiaji adalah Mal Pelayanan Publik yang terletak di mal Ramayana dulunya.

Mal ini disebut terobosan karena menjadi pusat semua urusan administrasi warga Kota Malang. Bisa disebut, mengurus urusan apapun, warga Kota Malang bisa langsung ke Mal Pelayanan Publik.

Mengurus urusan administrasi seperti KTP, hingga perizinan usaha atau bahkan pelayanan BPJS atau PDAM Kota Malang tersedia di Mal Pelayanan Publik.

Mengurus di Mal Pelayanan Publik pun cepat. Pemkot Malang berkomitmen untuk memudahkan urusan administrasi warganya dengan Mal Pelayanan Publik.

Setidaknya kurang lebih ada 14 tenant dan 180 layanan di sini.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menuturkan dengan adanya Mal Pelayanan Publik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik di Kota Malang.
“Ini merupakan bentuk persembahan terbaik kita dalam rangka meningkatkan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Malang,” tutur Edi dilansir dari berita blok-a.com pada Senin (5/12/2022).

Bung Edi juga menuturkan antusias masyarakat Kota Malang untuk menggunakanan layanan MPP ini sangat tinggi. Terlebih, Pemkot menghadirkan layanan ini juga di tengah tengah pusat kota untuk memudahkan masyarakat.
“Hampir satu tahun MPP dibuka merespon animo masyarakat sangat besar. MPP hadir untuk memberikan kemudahan, dimana terletak di tengah kota sehingga masyarakat gak perlu datang ke instansi,” tutur Edi.

  1. Kayutangan Heritage
Kayutangan Heritage bagian koridor-nya yang merupakan trademark Kota Malang, dibangun di era Sutiaji (Dimas/blok-a)
Kayutangan Heritage bagian koridor-nya yang merupakan trademark Kota Malang, dibangun di era Sutiaji (Dimas/blok-a)

Kayutangan menjadi ide Sutiaji untuk memanfaatkan wisata buatan di Kota Malang. Kota Malang memang tidak punya banyak wisata alam seperti daerah lainnya.

Oleh karena itu, Kayutangan disulap Sutiaji sebagai magnet wisatawan yang berkunjung di Kota Malang.

Pembangunan pun dilakukan bertahap mulai dari pemasangan paving, mempercantik lampu, pelebaran trotoar di koridor Kayutangan.

Tak hanya itu, kampung Kayutangan pun juga dipercantik.

Dampaknya kini untuk koridor Kayutangan Heritage tak seperti dulu. Kini mulai muncul banyak usaha seperti kafe. Kini juga banyak wisatawan yang menjadikan Kayutangan sebagai tujuan wisata jika ke Kota Malang.

Untuk kampung Kayutangan-nya sendiri dampaknya meningkatkan perekonomian warga sekitar. Banyak usaha dari warga kampung Kayutangan yang bermunculan dan menjadi tempat makan tau sekadar ngopi di sana.

Bahkan kampung Kayutangan itu menjadi kandidat di antara 75 desa lainnya yang bakal mendapat penghargaan Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dari Kemenparekraf.

Itulah lima pembangunan dengan anggaran besar di era Sutiaji menjabat sebagai Wali Kota Malang. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com