Maksimalkan Anggaran BTT Rp 2 Miliar untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

tragedi kanjuruhan, stadion kanjuruhan, arema, persebaya, aremania, bonekmania, kerusuhan suporter, suporter bola, bentrok suporter, BRI Liga 1, korban jiwa, aksi belasungkawa, aksi 1000 lilin, balai kota malang
Aksi tabur bunga sebagai ungkapan duka bagi korban tragedi kanjuruhan (blok-A.com / Defrico Alfan)

Kota Malang, blok-a.com – DPRD Kota Malang akan maksimalkan anggaran yang telah disediakan sebesar 2 Miliar untuk kesejahteraan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Keluarga korban tragedi Kanjuruhan datangi kantor DPRD untuk sampaikan uneg uneg, mencari keadilan serta perjuangkan kesejahteraan melalui wakil rakyat Kota Malang pada, Selasa (3/01/2023).

Kedatangan keluarga korban tersebut tentunya disambut hangat oleh jajaran Ketua DPRD Kota Malang. Berbagai aspirasi dari keluarga korban juga ditampung dan akan segera dicarikan solusi.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menyampaikan di awal tahun 2023 ini pihaknya akan menekan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mencairkan dana sisa dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang telah disiapkan untuk korban tragedi Kanjuruhan.

Made mengatakan DPRD Kota Malang telah menganggarakan sebanyak 2 Miliar dari BTT, sedangkan dana tersebut telah terserap sebanyak 600 Juta pada 2022 lalu. Sehingga, ia berharap Pemkot Malang dapat mengoptimalkan sisa dana tersebut melalui bantuan untuk keluarga korban.

“Karena kan kalau di laporan terakhir, itu baru terserap Enam Ratus Juta. Berarti masih ada anggaran disitu. Nanti mungkin akan kita berikan di yang butuh pekerjaan, maka akan lewat Diskopindag, lewat pelatihan UMKM,” tutur Made saat ditemui awakmedia seusai mendatangi audiensi bersama keluarga korban pada Selasa (3/01/2023).

Selain itu, Made juga mengatakan khusus untuk bantuan tragedi Kanjuruhan akan ada pendampingan modal yang anggarannya tetap dari BBT namun untuk pelatihannya melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag).

Sementara itu, untuk keluarga korban yang ditinggalkan oleh orang tuanya, Made mengatakan hal tersebut akan dilimpahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) sebagai dinas pengampu untuk lebih memperhatikan kesejahteraan anak korban.

“Tadi yang orang tuanya tunggal, ibunya meninggal. Ada dua anaknya yang masih kecil, itu akan kita limpahkan ke Dinsos, saya laporkan supaya menjadi perhatian Dinsos disitu,” terang Made.

Lebih lanjut, terkait trauma healing. Made mengatakan hal tersebut akan menjadi skala prioritas. Made mengatakan untuk penuhi layanan trauma healing, pihaknya akan melimpahkan ke Polresta Malang Kota melalui bidang perlindungan ibu dan anak.

(ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com