La Nyalla ke Mahasiswa UB: Berwirausaha Tanpa Adanya Rencana Matang Bisa Munculkan Kemiskinan Baru

La Nyalla UB Mahasiswa Wirausaha Masyarakat Planning Rencana
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti ke UB (blok-A/Defrico Alfan)

Caption : Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai pembicara di Universitas Brawijaya (blok-A.com / Defrico Alfan)

Ketua DPD RI Suntikan Motivasi Berwirausaha Mahasiswa, La Nyalla : Cintai Produk Lokal

Kota Malang, blok-A.com – Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti hadir di Universitas Brawijaya (UB), sebagai pembicara dalam kuliah umum akademi wirausaha mahasiswa merdeka.

Dari pemaparan La Nyalla, mahasiswa perlu berwirausaha secara cerdas. Artinya, harus didasari analisis-analisis secara personal, yang dilakukan untuk mengetahui potensi keterserapan produk di pasaran.

Pria yang merupakan alumni UB tersebut, mengatakan jika pemerintah hanya mendorong untuk berwirausaha saja, tidak dengan data serapan produk dan kebutuhan pasar atas suatu produk tertentu.

“Untuk itu penting melakukan analisis secara mandiri,” ujar La Nyalla pada Jum’at (21/10/2022).

Lanjut La Nyalla, ia menuturkan, pemerintah tidak boleh hanya dengan mendorong masyarakat tanpa arah yang jelas. Hal ini kata dia dapat menimbulakan kemiskinan bary di maysarakat.

Sebab, masyarakat kebanyakan memulai usaha dengan kredit. Jika tidak diarahkan dengan serius, utang tidak terbayar, usaha akan mandek.

“Beberapa juga memulai usaha berkat pinjaman dari perbankan,” imbuhnya.

Untuk itu, tanpa adanya kepastian jumlah pasar yang dapat menyerap produk mereka, usaha-usaha yang mereka bangun hanya akan bertahan paling lama tiga bulan. Setelah itu, bukan lagi wirausahawan yang lahir tetapi orang-orang miskin baru.

“Sesuai hukum ekonomi apabila suplai banyak tapi permintaan tidak ada, hal itu akan berdampak pada merosotnya harga jual,” tegasnya.

Dia menyuntikan motivasi, agar mahasiswa tergerak untuk menyusun planning sekaligus analisis market yang bagus, sehingga bisa menekan angka kemiskinan itu.

Baginya, pemerintah tidak boleh hanya mendorong masyarakt berwirausaha saja, namun juga menentukan data dan peta serapan pasar terhadap berbagai produk khusunya produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Mahmud menambahkan hal itu penting untuk menekan gempuran produk impor khususnya dari Tiongkok.

“Jangan sampai anak muda kita hanya menjadi orang yang menjualkan produk impor saja. Tapi produk-produk lokal juga harus mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia,” tuturnya.
(rco/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?