Kota Malang, blok-a.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Salah satu target yang dipatok yakni meraih 222 medali emas.
Target tersebut disampaikan Sekretaris KONI Kota Malang Joko Purwosusanto dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Prestasi Olahraga KONI Kota Malang 2026 di Ascent Hotel, Kota Malang, Kamis (24/9/2026).
Joko mengatakan, target 222 emas merupakan peningkatan signifikan dibandingkan capaian Kota Malang pada Porprov 2025 yang berada di angka 139 emas.
“Kita ingin mendampingi Surabaya dalam pencapaiannya. Surabaya sendiri menargetkan 250, kita 222,” ujar Joko.
Meski demikian, KONI Kota Malang setidaknya ingin mengamankan capaian 200 medali emas. Menurut Joko, Kota Malang selama gelaran Porprov I hingga IX telah menjadi kota kedua setelah Surabaya yang mampu melewati raihan 100 medali emas.
“Setidaknya kita mengamankan di angka 200 medali,” katanya.
Untuk mengejar target tersebut, KONI Kota Malang mulai melibatkan para pelatih cabang olahraga secara lebih intensif. Sebab, pelatih dinilai menjadi ujung tombak dalam mempersiapkan atlet di lapangan.
Joko menyebut kegiatan sosialisasi kali ini diikuti hampir seluruh pelatih dari cabang olahraga yang diundang. Total terdapat 99 peserta yang hadir.
“Kalau selama ini komunikasi kita tiap acara dengan pengurus cabor, ketua cabor, dengan urusan-urusan administrasinya. Nah pada kesempatan ini, kita mulai bagaimana teman-teman pelatih yang mana dia sebagai ujung tombak di lapangan dalam mempersiapkan atlet-atlet ini,” jelasnya.
Selain pembinaan atlet, KONI juga memberikan pemahaman kepada pelatih mengenai pengelolaan anggaran. Joko mengatakan keterbatasan anggaran membuat setiap cabang olahraga perlu mencari dukungan tambahan dari pihak lain.
“Anggaran itu memang kita tidak bisa sepenuhnya untuk memberikan. Bagaimana cabor itu memanage, karena sekian banyak cabor dengan anggaran yang kita berikan tentunya cabor harus melibatkan wali atlet atau beliau-beliau yang memang peduli olahraga,” ujarnya.
Joko mengatakan salah satu strategi untuk mengejar 222 emas adalah dengan melakukan identifikasi dan ekstensifikasi nomor pertandingan yang berpotensi menghasilkan medali.
Ia mencontohkan cabang olahraga atletik. Dari total 44 nomor yang dipertandingkan, Kota Malang pada Porprov 2025 baru mengikuti 23 nomor.
“Artinya ada peluang sisa yang akan kita dapatkan medalinya. Begitu juga cabor lain, masih banyak yang belum mengikuti nomor yang ada,” katanya.
Selain menambah nomor yang diikuti, KONI Kota Malang juga akan memperluas keikutsertaan pada cabang olahraga baru.
Joko menyebut pada Desember 2026 mendatang pihaknya akan mengukuhkan delapan cabang olahraga baru. Beberapa di antaranya adalah orado, mini soccer, trail run dan lari gunung.
Menurutnya, beberapa cabang olahraga tersebut memiliki potensi medali bagi Kota Malang. Ia mencontohkan lari gunung yang selama ini kerap mengantarkan atlet Kota Malang menjadi juara dalam kejuaraan tingkat Jawa Timur.
“Kalau ada kejuaraan di Jawa Timur, Kota Malang ini selalu menjadi juara. Nah itu kesempatan bagi kami Kota Malang semakin optimis bahwa pencapaian angka 222 itu akan tercapai,” tuturnya.
KONI Kota Malang juga berencana menambah keikutsertaan pada sejumlah cabang olahraga yang selama ini belum diikuti, salah satunya drum band.
Joko mengatakan cabang tersebut memiliki 15 nomor yang berpotensi diperebutkan dalam Porprov. KONI juga melihat peluang dari cabang olahraga dayung yang memiliki 26 nomor pertandingan.
“Drum band belum ikut, terus dayung belum punya, padahal dayung itu ada 26 nomor yang diperebutkan,” katanya.
Untuk drum band, KONI Kota Malang akan mengaktifkan kembali kepengurusannya. Sedangkan untuk pemenuhan sarana dan prasarana, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan sekolah yang sudah memiliki tim drum band.
Joko mengatakan seleksi atlet juga perlu dilakukan dengan mempertimbangkan usia dan domisili. Atlet yang dipilih harus memenuhi batas usia Porprov serta memiliki KTP Kota Malang.
“Yang mau tidak mau kita kerja sama dengan sekolah yang umurnya masih bisa kita Porprov-kan dan KTP-nya Kota Malang, itu yang kita ambil,” jelasnya.
Menurut Joko, penambahan cabang dan nomor pertandingan tersebut menjadi salah satu strategi KONI Kota Malang untuk meningkatkan perolehan emas pada Porprov 2027.
“Makanya identifikasi-ekstensifikasi ini kita gaungkan terus dan harus kita capai,” pungkasnya. (bob)









