Kota Malang, blok-A.com – Debora Acha Stephani (17) Aremanita asal Blitar masih terbujur dengan alat bantu pernafasan di ruang ICU RSSA Malang pasca sembilan hari Tragedi Kelam Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu.
Ayah Debora, Yoyok (49) masih setia menunggu putrinya di ruang tunggu RSSA Malang, Senin (10/10/2022).
Yoyok menyebut hari ini keadaan putrinya memang mulai membaik. Namun dampak dari Tragedi Kelam Kanjuruhan, membuat putrinya masih kesulitan berbicara. Debora sudah sadar tetapi masih terbata-bata untuk berbicara di ruang ICU.
“Dia sudah sadar tapi lemah. Ngomongnya sulit. Terbata-bata,” kata dia ditemui di ruang tunggu RSSA Malang, Senin (10/10/2022).
Bukti bahwa Debora sulit bicara ialah saat dia ditanya terkait nama ibunya. Yoyok menjelaskan, nama ibu Debora adalah Ester.
“Siapa mamamu? Dia jawab Ester tapi gak jelas. Dan sulit begitu bicaranya,” ujarnya.
Selain itu, Debora juga belum pulih daya ingatnya pasca Tragedi Kelam Kanjuruhan. Contohnya adalah Debora baru ingat seseorang, jika orang itu didatangkan ke ruangan ICU.
Kalau hanya ditanya sekadar nama, Debora masih sulit mengingat.
“Cara ngomong belum pulih, daya ingat juga belum pulih. Contohnya kalau ada ponakannya ditanya Sammy, harus didatangkan orangnya baru ingat,” kata dia.
Yoyok sudah bertanya ke tenaga medis apa yang menjadi penyebab anaknya masih sulit bicara dan daya ingat masih belum pulih.
Jawaban tenaga medis, Debora mengalami trauma di otak.
“Dan ada pembengkakkan di otaknya,” imbuhnya.
Sementara itu, Yoyok tidak tahu pasti kondisi dan kronologi Debora saat Tragedi Kelak Kanjuruhan terjadi.
Dia hanya tahu, putrinya menonton Arema FC melawan Persebaya Sabtu (1/10/2022) lalu.
“Saya gak tahu. Saya fokus untuk kesembuhan anak saya begitu saja,” kata dia.
Yoyok menambahkan, dia ke Malang sejak Minggu (2/10/2022). Awalnya dia mendapat informasi bahwa putri sulungnya dirawat di Rumah Sakit Hasta Husada.
Namun dia mendapat informasi bahwa Debora langsung dibawa ke RSSA Malang.
“Saat pertama kali ditemukan di rumah sakit dia cuma melamun dan terbujur kaku begitu,” kata dia.
Mata Debora pun awalnya merah. Saat ini warna merah di matanya sudah berkurang.
Yoyok tidak tahu pasti kapan Debora bisa keluar dari ruang ICU RSSA Malang.
“Dokter gak bilang pasti. Karena perlu penyembuhan tidak hanya fisik tapi psikologis juga,” ujarnya.
Yoyok akan menunggu Debora hingga sembuh total di RSSA Malang. Dia akan meninggalkan pekerjaannya di Blitar untuk Debora.
“Saya akan tunggu Debora sampai sembuh. Sejak Minggu (2/10/2022) saya di sini dan meninggalkan pekerjaan,” tutup pria yang bekerja serabutan. (bob)










Balas