Komitmen Turunkan Stunting, Dinkes Kota Malang Genjot Bulan Timbang

stunting kota malang
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, blok-A.comAngka stunting di Kota Malang tercatat mengalami penurunan. Hingga bulan Oktober 2022, angka stunting mencapai 8,67 persen.

Meski begitu, dari pemantauan status gizi (PSG) di setiap Puskesmas, penurunan tersebut masih terbilang tipis. Dari bulan September stunting di Kota Malang di angka 9,41 persen sedangkan di bulan Oktober menurun menjadi 8,67 persen.

Namun angka tersebut terbilang cukup baik. Pasalnya, target stunting di Kota Malang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di angka di tahun 2022 sebesar 16 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Husnul Muarif menuturkan dalam penurunan angka stunting di Kota Malang, pihaknya akan memperkuat bulan timbang diantaranya dengan melakukan pengukuran tinggi badan pada anak usia di bawah 2 tahun.

“Ini kan tiap bulan kita timbang. Sehingga yang sudah kita keluarkan dari (pengukuran) pendek dan sangat pendek itu kita jaga. Supaya jangan masuk lagi ke pendek. Yaitu tetap dengan intervensi. Nah yang masih di pendek atau sangat pendek itu yang masih dikuatkan intervensinya,” tutur Husnul.

Intervensi tersebut dalam bentuk kesehatan, mulai dari kesehatan reproduksi remaja hingga balita.

Terlepas dari capaian penurunan angka stunting, lebih lanjut Husnul menuturkan hasil dari audit stunting semester 2 di Kota Malang diketahui terdapat 4 unsur yang menyebabkan angka stunting di Kota Malang diantaranya, golongan catin, golongan ibu hamil, ibu nifas dan anak usia di bawah 2 tahun atau batuta.

Terpisah, Wali Kota Malang, Sutiaji menghimbau terkait penurunan angka stunting perlu adanya kolaborasi seluruh stakeholder terkait diantaranya mulai dari perangkat desa hingga OPD terkait.

“Harapannya ini mampu untuk mitigasi sehingga ini bukan hanya urusan dinsos dan dinkes saja tapi dibantu pak lurah untuk mencegah mengurangi angka stunting,” tutup Sutiaji.(ptu/lna)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com