Pemkab Malang Targetkan Stunting Turun Jadi 5 Persen di Tahun 2025

Posyandu dan bulan timbang cegah stunting di Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Posyandu dan bulan timbang cegah stunting di Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Upaya penekanan angka stunting menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang di tahun 2025. Upaya ini akan dibarengi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama bagi ibu dan calon ibu.

Dari data bulan timbang akhir tahun 2024, kasus stunting di Kabupaten Malang masih di angka 6,2 persen. Kendati demikian, jumlah tersebut terus mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, upaya penekanan angka stunting terus dilakukan. Pemkab Malang menargetkan, di tahun 2025 stunting bisa menyentuh angka 5 persen.

“Di tahun 2025, ya kita rata-rata (angka stunting) bisa turun. Di antara lima sampai tiga persen, itu sudah bagus,” ujar Didik, Jumat (3/1/2025).

Menjadi persoalan serius, Didik mengungkapkan bahwa stunting perlu perhatian dari semua pihak. Ternasuk dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para orang tua, ibu maupun calon ibu melalui edukasi dan pemberdayaan.

“Perbaikan sumber daya manusia sangat penting. Artinya, kita ingin mengubah stigma yang kadang menganggap tidak ada waktu untuk berkomunikasi dengan anak atau memperhatikan standar gizi mereka. Ini yang perlu kita benahi,” tegasnya.

Kedepan, dengan target yang telah ditentukan, edukasi dari perangkat daerah juga akan terus dimasifkan. Kegiatan ini biasa dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang cara memanfaatkan potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Kita ajarkan bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar, seperti hasil pertanian atau peternakan, untuk memenuhi gizi dan protein anak-anak,” jelasnya.

Kolaborasi lintas sektor juga terus ditekankan. Koordinasi yang baik antar dinas sangat diperlukan untuk menakan angka stunting. Diantaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan.

Dalam hal ini, Didik menyebutkan, dinas-dinas ini berperan memberikan dukungan yang terintegrasi, mulai dari ketersediaan bahan pangan hingga layanan kesehatan.

Di sisi lain, perbaikan sanitasi juga dirasa dapat berdampak signifikan terhadap penurunan angka stunting. Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat juga didasari dari perbaikan sanitasi yang baik.

Untuk itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKCPK) akan diberdayakan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, terutama di wilayah padat penduduk.

“Misalnya, menyediakan jamban komunal di daerah padat penduduk agar mendukung kebiasaan hidup bersih yang bisa mencegah stunting,” pungkasnya. (ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com