Kisah Adelisa Azahra Pasien RSSA Malang, Semangat Lawan Kanker Leokimia

Adlisa Azahra Pasien RSSA Kanker Leukimia
Caption : Adelisa Azahra Saat Ditemui pada acara Talk Show Trauma Healing Orang Tua Pasien Kanker Anak (blok-A.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kota Batu, blok-A.com – Komunitas Sahabat Anak Kanker (SAK) menggelar talk show trauma healing pada orang tua pasien pengidap kanker, Sabtu (24/09/2022).

Bertempat di rumah dinas Walikota Batu, acara tersebut digelar cukup meriah. Berbagai hiasan seperti balon karakter, permainan anak menjadi pelengkap didalam acara tersebut.

Diikuti dengan puluhan anak pengidap kanker dari berbagai daerah di Jawa Timur yang terpusat di Rumah Sakit Saiful Anawar (RSSA) kota Malang. Dihadiri pula Dokter Spesialis anak penyakit, Dr Susanto Nugroho, Sp.A (K), Walikota Batu, Dewanti Rumpoko serta komunitas Sahabat Anak Kanker Malang Raya.

Salah satu pasien anak pengidap kanker Leokimia di RSSA, Adelisa Azahra pasien yang berasal dari Kabupaten Blitar tersebut mengikuti rangkaian acara dengan semangat, Adelisa terlihat ceria seperti anak anak sehat pada umumnya.

Semangatnya tak kenal menyerah tergambar saat ia menyanyikan lagu Dunia Tipu Tipu dari Yura Yunita, gadis cilik itu menyayikan lagu dengan gembira seolah olah ia sedang tak merasakan sakitnya.

Menurut pengakuan ibu kandungnya, Warsini mengatakan anaknya telah mengidap kanker sejak tahun 2020 silam. Ia pun menceritakan jika anaknya memiliki semangat tinggi untuk sembuh, terbukti saat sedang melakukan pengobatan rutin di rumah sakit Adelisa tak pernah mengeluh.

“Sakitnya leokimia sejak tahun 2020, tapi alhamdulillah sudah selesai kemo 3 bulan yang lalu,” paparnya saat ditemui blok-A.com.

Berkat dukungan dan dukungan dari keluarga teman serta dekatnya, Adelisa tetap semangat melalukan pengobatan serta terapi.

“Semangatnya besar sekali mbak dia, meskipun teman temannya seangkatan dia sudah meninggal semua, kuncinya hanya yakin gak boleh menyerah sama berdoa terus minta sama yang kuasa,” jelas sang ibu.

Beberapa pengobatan dijalani dengan telaten oleh Adelisa, hingga jangka waktu kemotrapinya sudah mulai berkurang. Namun sayangnya Adelisa mulai mengalami gangguan pada pengeliatannya.

“Ini matanya yang sebelah kanan gak bisa melihat mbak, belum tau penyebabnya apa nunggu bulan depan baru dilakukan pemeriksaan MRI,” tambahnya.

Sebagai seorang ibu, Warsini mempunyai semangat yang tinggi pula. Ia menceritakan suka dukanya selama menemani anak putrinya melakukan pengobatan di RSSA kota Malang.

“Pertamanya kemoterapi seminggu sekali, terus dua minggu sekali, terus satu bulan setengah sekali, dibulan awal saya jarang di rumah mbak dirumah pun sehari dua hari balik lagi di rumah sakit selama seminggu gitu terus,” ungkapnya.

Menurutnya acara yang diadakan oleh Komunitas SAK ini sangat bermanfaat untuk anaknya, terlebih komunitas ini banyak memberi hiburan bagi anaknya.

“Bagus ya mbak acara ini, membuat anak anak sejenak lupa sama sakitnya sama jarum suntik karena ketemu teman temannya, ini selanjutnya kita diajak tour ke Museum Angkut terus malamnya kita nginep di villa,” pungkasnya. (ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com