Ketersediaan Beras di Kabupaten Malang Dipastikan Aman di Kala Kekeringan

Caption : Ketersediaan beras melimpah di Gudang Bulog Malang menjelang bulan Ramadan mendatang (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)
Caption : Ketersediaan beras melimpah di Gudang Bulog Malang menjelang bulan Ramadan mendatang (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Meskipun bencana kekeringan tengah melanda sebagian wilayah Kabupaten Malang, namun Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang pastikan ketersediaan beras surplus alias aman.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Agung Purwanto menyebut, pengaruh musim kekeringan tidak memberikan efek yang cukup signifikan terhadap ketersediaan beras di Kabupaten Malang.

“Dari data produksi beras memang surplus sampai empat hingga lima bulan kedepan. Saya koordinasikan dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP), memang dampak El Nino belum sampai ke dampak yang mengkawatirkan,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Senin (16/10/2023).

Dari pantauannya, beberapa wilayah di Kabupaten Malang masih ditemukan tanam padi, sedangkan beberapa wilayah tengah memasuki masa panen.

Agung menerangkan, petani di Kabupaten Malang juga melakukan percepatan masa panen sesuai dengan program Program Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Nasional.

Hal tersebut, bertujuan untuk meminimalisir dampak El Nino yang cukup panjang di Indonesia.

“Percepat musim tanam kami sesuaikan dengan program provinsi dan nasional. DTPHP memang menertapkan percepatan tanam padi, tujuannya mumpung masih ada air jadi segera tanam sehingga bisa nutut sampai panen,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kemampuan produksi beras di Kabupaten Malang mencapai 140 ribu ton terhitung dari Januri hingga September 2023.

Sedangkan kebutuhan beras di Kabupaten Malang dalam satu tahun jika dirincikan sebesar 241 ribu ton. Angka tersebut didapat dari kebutuhan setiap orang dapat mengonsumsi beras sebesar 7,49 kilogram, jika pertahun yakni sebesar 89,85 kilogram perorang.

“Tinggal dihitung saja, jumlah penduduk Kabupaten Malang sekitar 2.703.175 dikalikan 89,85 kilogram. Ada sekitar 241 ribu ton,” rincinya.

Sementara itu, saat disinggung terkait dengan berpengaruhnya musim el nino dengan harga beras, Agung mengatakan harga beras di Kabupaten Malang mulai melanda. Namun, harga tersebut terpantau masih diatas harga eceran tertinggi (HET).

“Saya kira (harga) mulai melandai meskipun masih ada di atas HET. Ini kan dari nasional mendatangkan beras, seperti dari Cina, Thailand dan negara negara lain. Jadi harganya mulai menurun,” pungkasnya. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?