Suasana lomba panjat gedebog pisang di Kelurahan Bunulrejo Kota Malang (blok-a/Agus Demit)
Suasana lomba panjat gedebog pisang di Kelurahan Bunulrejo Kota Malang (blok-a/Agus Demit)

Keseruan Lomba Panjat Gedebog Pisang di Kelurahan Bunulrejo Kota Malang, Warga Rebutan Bungkus Rokok Berisi Uang

Kota Malang, blok-a.com – Semarak menjelang HUT RI 78 Republik Indonesia , masyarakat Indonesia menyambut kemerdekaan ini dengan mengadakan berbagai lomba Agustusan termasuk di Kelurahan Bunulrejo Kota Malang.

Warga RW 16 Kelurahan Bunulrejo Kecanatan Blimbing Kota Malang , pihak panitia mengadakan lomba panjat gedebog pisang.

Perlu diketahui Lomba panjat gedebog pisang yaitu media batang pisang yang di gantung diantara dua bambu, di bawahnya ada kolam berisi lumpur dicampur air hingga oli bekas.

Lanjut di atas gedebok pisang ini dipasang berbagai bungkus rokok yang isinya berbagai uang pecahan kertas mulai pecahan 5 ribu sampai 100 ribu rupiah.

Pantauan wartawan blok-a.com, tampak kebahagian dan keceriaan warga baik ibu-ibu , anak anak bahkan bapak-bapak Kelurahan Bunulrejo Kota Malang yang menyaksikan lomba Agustusan panjat gedebog pisang ini.

Tampak para peserta lomba yang disebut sebagai Gedebog Kemerdekaan dalam kondisi tubuh bercampur lumpur dan saat menaiki pundak rekannya sampai terjatuh ke dalam kubangan lumpur.

“‘Iya peserta diikuti seluruh warga RW 16 baik anak anak, dewasa maupun orangtua dan tidak dibatasi untuk membentuk tim panjat Gedebok Kemerdekaan (panjat batang pohon pisang) ,” ujar Lulua Wardha Cahyani selaku ketua pelaksana lomba kepada awak media , Minggu (13/8/2023) siang.

Dijatahakan Lulua, untuk tim peserta yang dikuti anak-anak dibatasi empat orang dan diberikan waktu 15 menit untuk mengambil bungkus rokok berisi uang yang digantung di atas gedebok pisang yang diolesi minyak oli bekas dicampur lumpur.

“Sedangkan untuk tim peserta dewasa dibatasi tiga orang dan diberikan waktu 10 menit untuk mengambil sebanyak lima bungkus rokok yang isinya uang kertas mulai 5 ribu rupiah , 20 rupiah bahkan sampai 100 ribu rupiah,” bebernya.

Sementara Hartono salah satu peserta mengatakan tujuan dirinya mengikuti bersama dua rekan lainnya untuk menjaga kekompakan serta kebersamaan dalam hidup di masyarakat.

“Hadiah tidak penting, yang penting warga RW 16 rukun dan kompak hingga tidak ada rasa perbedaan sampai menimbulkan perpecahan sesama warga lainnya,” terangnya. (mg1/bob)