Kerajaan Inggris Dituduh Sebagai Keluarga Rasis, Pangeran William Buka Suara

Pangeran Willian dan Pangeran Harry
Pangeran Willian dan Pangeran Harry - Foto: Getty Images

BLOK-A – Pangeran William pada Kamis (11/3) membantah bahwa bangsawan Inggris telah melakukan hal rasis. Pernyataan ini muncul setelah Meghan Markle, mengatakan bahwa ada salah satu anggota keluarga yang tidak disebutkan namanya menanyakan “seberapa gelap kulit putra mereka”.

Meghan, mengatakan itu saat wawancara  dengan Oprah Winfrey dan disiarkan pada Minggu (7/3).

Pernyataanya ini menjerumuskan kerajaan Inggris ke dalam krisis terbesarnya sejak kematian Putri Diana, Ibu dari William dan Harry di tahun 1997.

Dilansir dari Reuters, dalam kunjungan ke sebuah sekolah di London timur, William mengatakan dia belum berbicara dengan Harry sejak wawancara itu disiarkan.

“Saya belum berbicara dengannya, tapi akan saya lakukan,” kata William,

Ditanya oleh seorang reporter apakah keluarga kerajaan itu rasis, William menjawabnya dengan “Kami sama sekali bukan keluarga rasis,” terangnya.

Dalam dua jam wawancara, hampir tiga tahun setelah pernikahan bertabur bintang mereka di Kastil Windsor, Meghan mengatakan para bangsawan telah mengabaikan permintaan bantuannya. Hingga membuatnya merasa ingin bunuh diri.

Harry berkata bahwa ayahnya, pewaris tahta Pangeran Charles, telah mengecewakannya dan membuatnya merasa terjebak.

Pada hari Selasa, Istana Buckingham mengeluarkan pernyataan atas nama Ratu Elizabeth yang berusia 94 tahun. Ratu Elizabeth mengatakan bahwa keluarganya sedih. Karena pasangan Meghan dan Harry begitu menentang kerajaan selama beberapa tahun terakhir.

Tuduhan bahwa salah satu bangsawan telah membuat komentar rasis yang sampai hari ini mendominasi berita di seluruh dunia. Ini dapat berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada monarki berusia 1.000 tahun itu.

Wawancara yang kini ditonton lebih dari 13 juta penonton di Inggris dan 18 juta di Amerika Serikat ini terbukti memecah belah publik Inggris. Bagi sebagian orang, tuduhan Meghan menegaskan keyakinan mereka bahwa monarki adalah lembaga yang sudah ketinggalan zaman dan tidak toleran.

Penulis: Aga Pradnya Widagda
Foto: WPA Pool/Getty Image

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com