Blitar, blok-a.com – Dalam upaya meningkatkan pelayanan gizi masyarakat, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Srigading, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (31/12/2025).
Dadan Hindayana mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 19.069 SPPG di seluruh Indonesia yang memberikan pelayanan kepada sekitar 55 juta orang penerima manfaat dari program Makanan Bergizi (MBG).
“Program MBG yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 telah dimulai dengan 190-an SPPG di 26 provinsi, melayani sekitar 570.000 penerima manfaat. Sekarang, jumlahnya telah meningkat menjadi 19.069 SPPG di 38 provinsi,” kata Dadan.
Dadan menandaskan, hari ini adalah hari terakhir pelayanan program MBG untuk tahun 2025.
“Kami akan kembali beroperasi pada 8 Januari 2026 dengan lebih dari 19.100 SPPG yang siap melayani masyarakat. Setiap SPPG akan mempersembahkan menu khas daerah masing-masing, sebagai bentuk penghargaan terhadap keragaman budaya dan kuliner lokal,” tandasnya.
Dadan memperkirakan Kota Blitar membutuhkan sekitar 30 SPPG untuk memenuhi kebutuhan program MBG. Ia menyebutkan, bahwa dana yang dialokasikan BGN untuk Kota Blitar diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 miliar per tahun.
“Dana tersebut dialokasikan 70 persen untuk bahan baku seperti beras, telur, minyak, ayam, dan sayur, sedangkan 20 persen untuk operasional dan 10 persen untuk insentif pengelola SPPG,” jelasnya.
Dadan menegaskan pentingnya pendataan penerima manfaat yang belum terdaftar, dengan menggunakan data pokok pendidikan (dapodik), Kementerian Agama (Kemenag), dan Posyandu.
“Pengalaman menunjukkan bahwa banyak di antara mereka yang belum terdaftar,” tegas Dadan.
Terkait masalah keamanan konsumsi, Dadan menyampaikan, meski ada beberapa kejadian keracunan di tahun 2025, jumlah kejadian tersebut menunjukkan penurunan signifikan.
“Pada September 2025, tercatat 60 kejadian keracunan, meningkat menjadi 80 pada Oktober, namun menurun lagi menjadi 40 pada November dan hanya 11 kejadian pada bulan Desember ini. Target kami, pada 2026 tidak ada lagi kejadian keracunan, ini menunjukkan kualitas program MBG semakin baik,” ujar Dadan.
Sementara Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba menyampaikan, di Kota Blitar saat ini terdapat sekitar 15 SPPG yang sudah siap beroperasi, masing-masing mampu melayani sekitar 2.500 penerima manfaat.
“Kami juga akan terus menyisir penerima manfaat yang belum terdaftar. Jika ada perubahan, kami akan segera menyesuaikan agar tidak ada yang tertinggal dalam menerima manfaat,” jelas Elim. (jar/lio)










Balas