Blok-a.com – Kelompok pemuja setan yang bernama The Satanic Temple (TST), dikabarkan akan menggelar pertemuan pemuja setan terbesar dalam sejarah.
Pertemuan yang bertajuk SatanCon 2023 itu digelar dalam rangka merayakan ulang tahun TST ke-10. Nantinya pertemuan ini akan berlangsung di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat pada 28-30 April mendatang.
“TST SatanCon 2023 akan diadakan di pusat kota bersejarah Boston, Massachusetts dari tanggal 28 April hingga 30 April 2023, dengan tema, “Hexennacht di Boston”,” tulis TST dalam laman resminya.
Pertemuan pemuja setan ini akan menampilkan pembicara yang membahas dampak The Satanic Temple, atau TST, pada komunitas, panel, acara bersama hingga akan berlangsung Satanic Marketplace dengan seniman dan vendor yang menjual barang, dan pertunjukan musik.
“Peserta akan menikmati ceramah dan panel yang disajikan oleh kampanye dan jemaat kami serta hiburan malam dan Pasar Setan,” ujar TST.
Sementara itu, salah satu misi kelompok pemuja setan yang telah berdiri sejak tahun 2012 itu adalah mendorong kebajikan serta empati di semua orang.
“Misi The Satanic Temple adalah untuk mendorong kebajikan dan empati di antara semua orang, menolak otoritas tirani, menganjurkan akal sehat dan keadilan praktis, dan diarahkan oleh hati nurani manusia untuk melakukan pengejaran yang mulia,” lanjut TST.
Sebelumnya, kelompok pemuja setan, TST sempat bikin heboh karena menggelar “Kebaktian Pink” di makam Catherine Johnson, ibu dari pendiri Gereja Baptis Westboro, Fred Phelps pada bulan Juni 2013.
Kebaktian Pink itu dipimpin langsung oleh salah satu pendiri TST, Lucien Greaves (bukan nama sebenarnya). Dalam kebaktian itu, dua pria gay berciuman di atas makam Johnston.
Sementara itu, Greaves menyentuh makam dengan alat kelaminnya untuk “mengubah orientasi seksual orang yang meninggal.”
Melalui ritual ini, TST ingin menyerukan kebebasan untuk memilih orientasi seksual. Dalam aturan TST sendiri, pernikahan sesama jenis diperbolehkan.
(hen)










Balas