BLOK-A – Tahukah kamu, kalau hari ini, Selasa (9/2) merupakan perayaan Hari Pers Nasional? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pers didefinisikan sebagai usaha pengumpulan dan penyiaran berita, serta orang yang bergerak dalam penyiaran berita itu sendiri.
Bicara soal penyiaran berita, tentu kamu sudah pasti tahu kalau orang yang berprofesi sebagai penyiar berita merupakan seorang jurnalis. Jika kamu kebetulan berkuliah di jurusan yang berfokus ke jurnalistik dan bercita-cita ingin menjadi penyiar berita, maka ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang kuliah jurusan satu ini. Yuk simak selengkapnya di sini!
1. Nggak hanya belajar menulis berita
Kalau selama ini jurnalistik identik dengan koran atau media cetak dan media daring yang tulis menulis, saat kuliah di jurnalistik kamu bakal belajar lebih banyak. Nggak cuma belajar nulis, tapi juga bikin karya-karya jurnalistik lain berbentuk video, audio, foto, bahkan infografis.
Kamu juga bakal belajar teknik-teknik wawancara yang benar. Hukum pers pun nggak lupa dipelajari di jurnalistik. Jadinya, karya jurnalistik yang kamu buat nantinya nggak asal.
Selain itu, kamu juga bakal belajar soal manajemen media. Ini penting banget, apalagi buat kamu yang ingin punya media sendiri. Di sini bakal belajar nih bagaimana sih supaya media kamu bisa berkembang, baik dari segi konten maupun bisnis. Isu-isu soal jurnalisme kontemporer dan sejarah jurnalisme itu sendiri juga bakal kamu dapat.
2. Prospek kerja yang luas
Siapa bilang kuliah jurnalistik cuma bisa jadi jurnalis aja? Memang keutamaannya sih jadi jurnalis, baik di media cetak, online, radio, televisi, atau kanal-kanal lain, tapi kuliah di jurnalistik juga memungkin kamu kerja di hal lain. Contohnya jadi penulis buku, editor, desain grafis, fotografer, socia media analysis, humas, sutradara, script writer, dan lain-lain.
Hal itu lantaran memang di jurnalistik, banyak wawasan dan pengalaman yang kamu dapat. Kewajiban tugas untuk bikin banyak karya jurnalistik dan mengharuskan kamu untuk wawancara serta tahu isu-isu terkni bikin kamu punya banyak keahlian lain. Jadi, nggak usah khawatir soal prospek kerja ya!
3. Selalu up-to-date
Jadi anak jurnalisitk bikin kamu selalu update soal informasi terbaru. Nggak cuma soal isu politik dan nasional aja, tapi terkait isu-isu lain, seperti lingkungan, musik, olahraga, atau lainnya. Kamu bisa-bisa jadi orang terdepan yang tahu tentang suatu permasalahan.
Kuliah di jurnalistik memang bikin wawasan kamu bertambah. Nggak hanya terkait isu yang kamu sukai aja, tapi isu lain pun perlu kamu tahu. Namun, nantinya kamu juga tetap harus punya spesifikasi bidang atau isu jurnalistik yang dikuasai.
4. Berlatih disiplin
Deadline yang mepet soal tugas atau kecepatan dalam membuat berita bikin kamu nantinya jadi orang yang lebih disiplin. Ini penting loh untuk dunia kerja. Selain disiplin soal waktu, kuliah di jurnalistik bikin kamu displin verifikasi soal informasi. Sebelum menelan informasi, kamu akan terlatih untuk mencari rujukan referensi lain atau bentuk verifikasi lain supaya nggak kena hoax.
5. Banyak relasi
Seringnya wawancara, bikin relasi bertambah. Kamu juga akan menjadi orang yang lebih supel, berani, skeptis, dan mudah bergaul. Hal-hal itu memang diperlukan dalam kuliah di jurnalistik untuk membuat berita.
Nggak mungkin kan terus-terusan takut wawancara orang? Kalau butuh apa-apa juga jadi lebih mudah lantaran jejaring pertemanan sudah luas. Bahkan, bisa banget loh kamu jadi berteman dengan artis idola atau tokoh-tokoh penting.
Ini bisa jadi kelebihan kamu dalam kerja. Makanya nggak heran, prospek kerja jadi lebih luas yang memang membutuhkan skill-skill tersebut.










Balas