KABUPATEN MALANG – Bencana alam di Kabupaten Malang selama tahun 2020 meningkat jika dibanding tahun 2019 lalu. Pada tahun 2019 tercatat 74 bencana alam. Sementara pada tahun 2020 berdasarkan data Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, ada peningkatan bencana alam, yakni 84 peristiwa.
“Rinciannya itu 10 banjir, angin kencang 25 kejadian, tanah longsor 43 kejadian, dan pohon tumbang ada 5 kejadian dan terakhir ada sambaran petir satu kejadian,” tutur Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, Senin (28/12) saat dikonfirmasi awak media di kantor BPBD Kabupaten Malang.
Bambang juga menjelaskan peningkatan kejadian bencana alam ini karena terjadinya fenomena angin kencang La Nina dan beserta intensitas hujan yang cukup tinggi.
Selain karena fenomena angin kencang dan intensitas hujan tinggi, bencana alam juga bertambah banyak karena kondisi geografis yang dikelilingi pegunungan dan tebing-tebing.
“Jadi jika dilihat dari jumlahnya pada tahun ini didominasi angin kencang (25 kejadian), tanah longsor (43 kejadian) ya itu karena adanya fenomena la nina itu,” papar Bambang.
Oleh karena itu, kata Bambang, Pemkab Malang mengalokasikan dana pada Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 5 miliar untuk penanggulangan bencana pada tahun 2021.
“Dan kami juga upayakan antisipasi bencana dengan membangun desa tangguh bencana (Destana) dan terus berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) untuk memantau cuaca di wilayah Kabupaten Malang,” tutup Bambang.










Balas