Jika Digusur, Pedagang Stadion Kanjuruhan Pasrah

Caption : Situasi pedagang tenat di area Stadion Kanjuruhan sebelum dilakukan relokasi, Senin (3/07/2023) (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)
Caption : Situasi pedagang tenat di area Stadion Kanjuruhan sebelum dilakukan relokasi, Senin (3/07/2023) (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Sederet pedagang di Stadion Kanjuruhan pasrah, pasalnya ia akan terancam digusur dengan adanya isu renovasi yang akan segera dikerjakan.

Renovasi stadion yang dicanangkan akan menggunakan standar FIFA sedikit membuat sejumlah pedagang di Stadion Kanjuruhan risau. Sebab, jika isu tersebut memang benar adanya, maka area stadion akan steril dari Penjual Kaki Lima (PKL).

Hal itu membuat nasib salah satu pedagang, Rofik, sedikit terancam. Bagaimana tidak, satu-satunya sumber nafkahnya akan hilang dalam sekejab setelah adanya isu renovasi Stadion Kanjuruhan yang akan menerapkan standar FIFA.

“Kalau dipindah saya bingung, ini pekerjaan jadi macet,” tutur Rofik saat ditemui Blok-a.com di lapaknya yang terletak di Stadion Kanjuruhan, Senin (3/07/2023).

Dikatakan Rofik, ia akan bisa menerima jika relokasi itu bersifat sementara waktu. Namun, jika akan digusur selamanya, ia masih akan berfikir ulang untuk keberlangsungan hidupnya kedepan.

“Kalau saya sebenernya tidak masalah jika saya dipindah di mana, misal dipindah kemana semuanya satu grup. Tapi setelah selesai nanti kembali lagi. Kalau tidak boleh kembali ? Lah ini saya nanti gak berkerja lagi,” ucapnya.

Menurutnya, harga sewa lapak di Stadion Kanjuruhan cukup murah dibandingkan dengan harga sewa di luaran. Hal tersebut yang membuatnya harus berfikir ekstra jika harus pindah.

“Cari kontrakan di luar mahal, kalau di sini harga Rp8,5 juta pertahunnya,” jelasnya.

Disinggung terkait informasi yang telah diterima dari pihak berwenang, ia mengatakan hingga hari ini dirinya belum mendapatkan informasi terkait penggusuran PKL secara permanen.

“Belum ada info kalau pkl tak boleh jualan. Kalau renovasi sudah dapat info tapi tanggal berapa gak tau,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, renovasi Stadion Kanjuruhan akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Konstruksinya dilihat dan ditambah, diperkuat, kemudian standarnya FIFA,” terang Wahyu saat ditemui beberapa waktu lalu.

Sebab, kata Wahyu, sesuai dengan standar FIFA di dalam stadion hanya diperbolehkan tidak lebih dari 10 tenant. Bahkan, tenat tersebut hanya diperbolehkan menjual merchandise.

“Penjual Kaki Lima (PKL) itu memang harus diluar, karena itu menurut perencanaan di sana. Karena dikuatirkan dari PKL menjual botol-botol (miras), jadi semuanya harus serba plastik. Itu mengapa PKL harus disterilkan. Boleh tapi di luar area,” jelasnya.

(ptu/bob)