KOTA BATU – Batu Love Garden (Baloga) memiliki Zona All About Orange. Area tersebut merupakan hasil kolaborasi Baloga dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balijestro). Lembaga ini punya berbagi jenis varian bibit jeruk, salah satunya yakni jeruk keprok 55.
Hampir sebagian besar dari kita asing mendengar varian bibit jeruk keprok 55. Namun karena kolaborasi Baloga dengan Balitjestro, varian jeruk unik ini akan lebih dikenal oleh masyarakat.
Ini dia beberapa hal tentang jenis jeruk keprok 55 di Baloga!
Berumur tua
Rata-rata tanaman jeruk bisa memiliki umur mulai dari bibit hingga tua mencapai 10 tahun. Jeruk keprok 55 ini termasuk yang bertahan lama, yakni mampu sampai 15 tahun.
Buah jeruk keprok 55 ini punya bentuk yang relatif bulat. Bentuk tanamannya adalah speroid. Daunnya berwarna hijau sepanjang tahun dengan tipe daun tunggal dan berbentuk oval. Terakhir, jumlah bunga per tandannya 2-6 kuantum dan bentuk bijinya oval.
Hidup di tempat dingin
Hidup di iklim dingin menjadi kelebihan dari jenis jeruk keprok 55. Varietas jeruk satu ini bisa hidup hingga di ketinggian 700-1200 mdpl.
Varietas jeruk unik ini sedang dikembangkan secara komersial sebagai tanaman pot dan sebagai tanaman dilapangan oleh berbagai agro industri tanaman buah.
Buahnya banyak
Terakhir, buah hasil dari jeruk keprok 55 ini dapat dibilang cukup besar. Produksi hasil jeruk keprok 55 asal Kota Batu ini mencapai 15 – 25 kg di tiap pohon pertahun.
Berbeda dengan di Baloga yang membuat lahan untuk memamerkan budidaya jeruk, di Balitjestro Anda bisa membeli banyak bibit unggulan dari jeruk keprok 55.
Pohon jeruk keprok 55 terletak di area sebelah Selatan Zona All About Orange. Selain melihat jeruk keprok 55, Anda juga bisa mencoba beragam jenis jeruk lainnya seperti jeruk Bali, jeruk Kalamansi, jeruk Dekopon, dan masih banyak lagi.
Di tiap pohon jeruk, Baloga sudah memberikan papan nama yang berisi jenis dan nama latin jeruknya. Semuanya sudah beres!










Balas