Jelang 1 Tahun, Keluarga Korban Minta Tolong Bareskrim Polri Usut Lagi Tragedi Kanjuruhan

Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (TATA), Imam Hidayat bersama dengan Kuasa Hukum dari Tim Arema Menggugat, Djoko Trijahjana mendampingi keluarga korban tragedi kanjuruhan jalankan gelar perkara laporan polisi model B di Mapolres Malang, Kamis (1/9/2023) malam (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (TATA), Imam Hidayat bersama dengan Kuasa Hukum dari Tim Arema Menggugat, Djoko Trijahjana mendampingi keluarga korban tragedi kanjuruhan jalankan gelar perkara laporan polisi model B di Mapolres Malang, Kamis (1/9/2023) malam (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

 

Kabupaten Malang, Blok-a.comDatangi Bareskrim Polri, keluarga korban tragedi kanjuruhan meminta untuk laporan polisi (LP) model B tragedi kanjuruhan yang sempat dilayangkan ke Polres Malang kembali ditindaklanjuti.

Kedatangan keluarga korban didampingi oleh tim penasehat hukum dari Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (TATAK), LBH Pos Malang, Tim Gabuangan Aremania (TGA) dan penasehat hukum lainnya, pada Rabu (28/9) kemarin.

Koordinator TATAK, Imam Hidayat menyampaikan, kedatangan keluarga korban tragedi kanjuruhan ke Bareskrim Polri bertujuan untuk melanjutkan usut tuntas tragedi kanjuruhan agar dilanjutkan oleh Bareskrim Polri.

“Pada hari itu juga Rabu (27/9) kami lakukan Penyerahan Dokumen Pelapor Laporan Model B atas nama Devi Anthok, sudah kami serahkan ke Dumas Polri dan akan segera ditindaklanjuti oleh Karowasidik Mabes Polri,” ujar Imam pada awakmedia, Kamis (28/9/2023).

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya agar gelar perkara ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri yang akan dihadiri oleh Polres Malang, penasehat hukum dan pelapor serta akan diawasi langsung oleh Karowasidik Bareskrim Polri.

Kuasa hukum dari Devi Athok itu mengatakan, pasal yang akan dikenakan masih tetap sama sebagimana yang telah diajukan di Laporan polisi model B Polres Malang.

Kendati demikian, ada juga tambahan pasal yang dimohonkan yakni Pasal 351 KUHP, serta Undang-undang terkait tindak pidana kekerasan pada perempuan dan anak.

Setelah gelar perkara dijadwalkan, pohaknya meminta upaya penyelidikan dan Penyidikan ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri.

“Karena Tatak yakin dan tepat bahwa Pasal 338 bisa diterapkan kepada para terduga penanggung jawab pidana atas tragedi kanjuruhan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Malang menyebut penerapan pasal yang diajukan pelapor pada LP Model B tragedi kanjuruhan, tidak dapat terpenuhi unsur pembunuhan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana saat Press Release di Mapolres Malang, pada Jumat (8/9/2023) siang.

“Tanpa mengurangi rasa simpati dan hormat kepada para pelapor, saya sampaikan hasil gelar perkara bahwa penerapan pasal yang diminta pelapor pasal pembunuhan dan pembunuhan berencana tidak dapat terpenuhi unsurnya,” tutur Kholis di hadapan awakmedia, Jumat (8/9/2023).

Kholis menuturkan, pihaknya bersama dengan pengawas telah memastikan bawah Kasatresrim dan para penyidik telah berupaya semaksimal mungkin untuk penuhi semua keinginan pelapor.

“Saya bersama pengawas memastikan bahwa Kasatreskrim dan para penyidik telah bekerja all out sesuai prosedur,” tegasnya.

Selanjutnya, Polres Malang akan memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor atas hasil penyelidikan. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?