Jawab Keresahan Masyarakat, Gubernur Khofifah Gelontor 20 Ton Beras ke Sidoarjo

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Bulog, dan PT Jatim Graha Utama, berkolaborasi melakukan operasi pasar beras murah, Senin (6/2/2023).(Pemprov Jatim)
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Bulog, dan PT Jatim Graha Utama, berkolaborasi melakukan operasi pasar beras murah, Senin (6/2/2023).(Pemprov Jatim)

Sidoarjo, blok-a.com – Harga beras belakangan meroket. Dari harga normal Rp10.100 naik menjadi Rp12.000 per kilogram (Kg). Kondisi itu tak kunjung turun, sehingga membuat masyarakat resah.

Dari sinilah muncul desakan untuk melakukan operasi pasar dan menstabilkan harga beras di pasar agar kembali seperti semula.

Operasi pasar kemudian benar-benar dilakukan oleh pemerintah setempat, yakni bertujuan untuk menstabilkan harga. Kali ini, operasi pasar murah dilakukan di Pasar Larangan Sidoarjo, Senin (6/2/2023).

Sedikitnya 20 ton beras digelontor ke pedagang untuk melayani pembelian dari masyarakat.

Antusiasme masyarakat dan pedagang pun terlihat tinggi sejak pukul 07.30 WIB, begitu beras pasokan dari Bulog.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Bulog, dan PT Jatim Graha Utama, berkolaborasi melakukan operasi pasar beras murah.

Hal ini merupakan rangkaian dari operasi pasar yang akan terus digelar di seluruh kabupaten dan kota di Jatim sampai harga beras terpantau kembali stabil.

“Jadi mulai kemarin, saya minta Pemprov, Pemkab dan Pemkot ikut melakukan intervensi bagi perluasan distribusi beras. Untuk beras medium di kisaran Rp45.000 – 46.000 per 5 Kg,” ungkap Gubernur Khofifah usai meninjau operasi pasar beras murah.

Dalam operasi pasar beras murah di Surabaya pada Sabtu (4/2/2023), beras medium dijual dengan harga Rp9.200 per kg atau Rp46.000 per 5kg. Sementara pada operasi pasar kali ini, beras medium dijual murah dengan harga Rp9.000 per kg atau Rp45.000 per 5kg.

Harga tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras medium yaitu Rp9.450 per kg.

“Kalau di sini tadi saya lihat untuk beras medium dijual di harga Rp9.000 per kg nya. Ini artinya masih di bawah HET yaitu Rp9.450 per kg,” kata Khofifah.

Merespons antusiasme tersebut, Khofifah juga kembali meminta kerjasama dari seluruh stakeholder terkait juga para distributor, agar ikut membantu proses percepatan distribusi beras kepada konsumen, dengan harga maksimal sesuai HET yaitu Rp 9.450/kg.

Dia berharap, melalui operasi pasar semacam ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat, jika harga beras bisa kembali pada titik yang bisa dijangkau lebih luas oleh masyarakat.

Hal ini mengingat beras merupakan kebutuhan pokok yang menjadi prioritas bagi masyarakat.

“Bersama-sama kita ikhtiarkan supaya kebutuhan pokok masyarakat semua bisa makin terjangkau sehingga daya belinya makin meningkat,” pungkasnya.

Operasi pasar beras murah semacam ini disambut antusias baik penjual maupun pembeli. Sebab, beberapa hari terakhir harga beras premium melambung di harga Rp12.000 per kg.

Seperti yang disampaikan Yudhi, penjual beras di Pasar Larangan, mengaku senang dengan operasi pasar beras murah.

Yudhi mengaku kasihan dan bingung jika harus menjual beras dengan harga yang terlalu mahal ataupun menurunkan kualitas beras yang dijualnya.

“Alhamdulillah ada keringanan dengan adanya operasi pasar beras murah ini. Semoga bisa terus stabil bertahan di harga ini,” tuturnya.

Hal yang sama diutarakan Hema, pembeli asal Sidoarjo. Dia mengatakan operasi pasar semacam ini, tentu akan sangat membantu masyarakat di kondisi saat ini.

Stok beras menurutnya menjadi penting, karena walau harga naik, masyarakat akan tetap membeli karena merupakan kebutuhan pokok.

Karena itu dia berterima kasih kepada Pemprov Jatim beserta jajaran yang sudah turun langsung guna mengendalikan lonjakan harga beras di pasaran.

“Saya menyampaikan terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur Khofifah yang sudah mau turun langsung memastikan harga beras di pasar kepada masyarakat kecil,” ucapnya.(kim/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com