Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang pembangunan infrastruktur jalan poros desa di Kecamatan Bantur. Salah satu titik penting yang ditangani adalah di Desa Pringgondani.
Lokasi pembangunan infrastruktur itu sendiri berada di lokasi penghubung antar desa di Kecamatan Bantur, yakni menghubungkan ruas jalan strategis Sumberkerto – Pringgondani dengan Bantur – Pringgondani.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menegaskan pembangunan ini mendesak dilakukan karena kondisi jalan sebelumnya rawan membahayakan pengguna jalan.
Pembangunannya sendiri berupa dinding penahan di tepi jalan.
“Lereng di tepi jalan ini mengalami longsor. Kalau dibiarkan, badan jalan bisa rusak bahkan membahayakan pengendara. Karena itu, kami lakukan penanganan berupa pembangunan dinding penahan, agar jalan tetap aman digunakan masyarakat,” tegas Khairul.
Penanganan dilakukan dengan konstruksi dinding penahan pasangan batu menggunakan strouss dan frame, serta dinding penahan beton bertulang mutu fc’ 25 MPa. Volume pembangunan mencapai panjang 17 meter dengan ketinggian 2,7 hingga 3 meter.
Dengan adanya pembangunan ini, struktur jalan poros desa dapat lebih terjaga. Selain itu, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat: mobilitas antar desa semakin lancar, konektivitas dengan jalan K1 meningkat, dan kegiatan ekonomi pun terdorong.
Khairul menambahkan, pembangunan dinding penahan di Pringgondani bukan hanya soal menjaga badan jalan tetap kokoh, tetapi juga tentang menjaga denyut kehidupan masyarakat di sekitarnya.
“Bayangkan kalau jalan poros desa ini putus karena longsor. Warga akan kesulitan mengakses pasar, sekolah, bahkan layanan kesehatan. Jadi pembangunan ini bukan sekadar fisik, melainkan urusan hajat hidup orang banyak,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPUBM Kabupaten MLNg akan terus memperkuat komitmen dalam setiap proyek infrastruktur, terutama di daerah rawan longsor dan kawasan selatan Kabupaten Malang yang dikenal memiliki mobilitas tinggi.
“Kami ingin setiap pembangunan yang dilakukan punya dampak langsung. Jalan aman, warga lancar beraktivitas, dan ekonomi lokal ikut tumbuh. Itulah ukuran keberhasilan pembangunan,” pungkas Khairul. (bob)










Balas
Lihat komentar