MALANG – Universitas Brawijaya Malang sedang meneliti metode tes covid-19 terbaru yang dibawa perusahaan swasta PT Oikos Perkasa. Metode tes deteksi Covid-19 terbaru ini dinamakan tes antigen dan diklaim lebih cepat, akurat dan murah dibanding rapid tes.
UB sementara masih lakukan uji sampling ke tes antigen ke 30 orang yang terdiri dari civitas akademika UB dan relawan.
“Swab PCR kan memang mahal dan itu memang golden standart. Jadi perlu kita tahu, yang benar-benar mendeteksi virus covid-19 atau tidak itu ya PCR. Namun swab masal itu sulit dilakukan (lewat PCR), karena biayanya mahal dan hasilnya lama,” ujar Direktur Klinik UB dr Fida Rahmayanti MMRS.
Makannya, dengan inovasi PT Oikos yang dianggap bakal jadi metode terbaru lewat tes antigen, UB tertarik. Metode ini diharap jadi pengganti rapid tes dengan tingkat akurasi yang lebih baik dan lebih cepat. Hanya butuh waktu 15 – 20 menit saja.
“Nah apalagi rapid ini kan sudah tidak disarankan oleh Kemenkes karena memang rapid tes biasa itu dia tidak spesifik melihat covid-19,” tambahnya.
Namun, Fida memastikas tes antigen ini tidak untuk diagnosis, namun hanya untuk screening saja. Namun, metode ini disinyalir bisa mendeteksi covid-19 dan sensitifitasnya 90 persen mendekati PCR tes.
“Namun kita nanti tahunya ya dari uji sampling yang sedang kita lakukan ini. Memang alat ini benar-benar menyerupai PCR tes, metodenya ini juga swab, persis yang dilakukan PCR, tapi tetap masih diperlukan riset-riset dari kita,” singkatnya.
UB akan membandingkan hasil rapid tes biasa, hasil tes antigen dari relawan. “Pengambilan sample untuk tes antigen ini bisa lebih singkat karena tak perlu melakukan rapid. swab untuk antigen juga tidak terlalu dalam sampai ke nasofaring, sehingga mengurangi rasa sakit. Selain itu, hasil bisa lebih cepat keluar,” tandasnya.
Selain UB, tes antigen ini juga diujicoba di Universitas Indonesia (UI). UB berharap klinik UB bisa dijadikan center penanganan covid-19 lewat tes antigen jika berhasil.










Balas