BLOK-A – Di zona All About Mushroom milik Batu Love Garden (Baloga), pengunjung bisa menemukan banyak jenis jamur yang dibudidayakan di satu tempat yang sama, salah satunya jamur lingzhi.
Lingzhi, Ganoderma lingzhi atau yang juga dikenal sebagai reishi, adalah jamur polypore (“jamur braket”) yang termasuk dalam genus Ganoderma.
Tutupnya memiliki bercak merah, berbentuk ginjal dan batang yang masuk ke tepiannya memberikan penampilan seperti kipas. Saat segar, lingzhi memiliki tekstur yang lembut seperti gabus, dan permukaannya rata.
Jamur ini tidak memiliki insang di bagian bawahnya, namun melepaskan spora melalui pori-pori halus. Pori-pori di bagian bawahnya dapat berwarna putih atau cokelat, tergantung berapa usianya.
Jamur lingzhi banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Khasiat dalam mengonsumsi jamur lingzhi atau ekstraknya dapat menyembuhkan kanker, penyakit metabolisme, atau penyakit kardiovaskular.
Di alam bebas, jamur ini tumbuh di pangkal dan tunggul pohon gugur, terutama pohon maple. Hanya dua atau tiga dari 10 ribu pohon berumur tua yang akan ditumbuhi jamur lingzhi.
Oleh karena itu, jamur lingzhi jarang ditemukan di alam liar. Di tempat budidaya, jamur lingzhi menggunakan medium batang kayu keras, serbuk gergaji atau serpihan kayu.
Lingzhi, juga dikenal sebagai reishi, adalah “jamur keabadian” kuno, dihormati selama lebih dari 2.000 tahun.
Kini, jamur ini adalah varietas yang paling banyak ditemukan di toko jamu Cina. Tubuh buahnya banyak dibudidayakan di Cina dan dikirim ke banyak negara lain.
Meski terdengar sulit ditemukan, pengunjung bisa melihat koleksi jamur lingzhi dan jamur lainnya itu di Baloga. Selain jamur, Anda juga bisa melihat 300 jenis tanaman dan bunga lainnya yang sangat cantik dan menawan.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk ke Baloga!










Balas