Ini Alasan Medis Tempat Wisata Lebih Rendah Resiko Penularan Covid-19 Dibanding Sekolah

Wisata
Foto: Bob Bimantara Leander

KABUPATEN MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih belum berani membuka kembali sekolah tatap muka. Di sisi lain, pihaknya justru berangsur membuka tempat wisata di masa transisi ketaraturan hidup baru Covid-19.

Padahal, dua tempat itu sama-sama berpotensi memunculkan kerumunan.

Alasan dibukanya tempat wisata adalah risiko menular Covid-19 lebih rendah daripada sekolah.

Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur RSUD Kota Malang, dr Umar Usman mengaku setuju terkait keputusan itu.

“Tapi tetap semua (sekolah atau pariwisata) berisiko (menjadi tempat penyebaran Covid-19). Jadi harus hati-hati meskipun di tempat wisata,” kata Umar ke Blok-A.

Alasannya, sekolah merupakan ruang tertutup. Kata Umar, droplet virus akan menyebar lebih mudah di ruangan tersebut. Alhasil, kemungkinan adanya penyebaran Covid-19 menjadi lebih besar.

Droplet sendiri adalah cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, dan bahkan saat berbicara.

“Kalau ruangan tertutup kan udara memutar di situ saja. Entah itu nantinya siswa ada yang batuk atau pilek bisa menjadi droplet virus. Dan droplet ini akan memutari kelas. Hasilnya ya kemungkinan adanya virus bertambah. Makanya cukup berisiko kalau dibuka kembali sekolah tatap muka itu,” tuturnya.

Selanjutnya, terkait jaga jarak. Dikatakan Umar, di kelas guru akan kewalahan mengurusi siswa untuk tetap menjaga jarak.

“Jaga jarak ini cukup sulit kalau di kelas. Untuk itu, perlu sosialisasi lebih lanjut jika ingin dibuka kembali,” imbuh sosok yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang ini.

Sementara untuk tempat wisata dibuka kembali, Umar setuju. Alasan kesehatan pun ia paparkan.

Tempat wisata di Kabupaten Malang kebanyakan di luar ruangan seperti pantai, gunung, ataupun coban.

Nah, di wisata tersebut terdapat paparan sinar matahari ke wisatawan.

“Sinar matahari ini mengandung vitamin D. Fungsinya adalah menambah imun tubuh. Jadi risikonya lebih sedikit tertular. Selain itu kan di luar ruangan. Jadi kemungkinan penyebaran melalui droplet juga berkurang,” pukasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.