Imigrasi Denpasar Deportasi Dua Bule Polandia yang Camping di Pantai Saat Nyepi

Sepasang bule Polandia adu mulut dengan pecalang usai ditegur berkemah di Pantai Purnama Bali saat perayaan Nyepi, Rabu (22/3/2023). (dok. Polda Bali)
Sepasang bule Polandia adu mulut dengan pecalang usai ditegur berkemah di Pantai Purnama Bali saat perayaan Nyepi, Rabu (22/3/2023). (dok. Polda Bali)

blok-a.comKantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar mendeportasi dua warga negara asing (WNA) asal Polandia KG (39) dan BKW (25) usai kedapatan camping di pantai Pantai Purnama, Sukawati, Gianyar, Bali saat Hari Raya Nyepi 2023, Rabu (22/3/2023) lalu.

“Kami telah menghubungi Kedutaan Besar Polandia terkait kepulangan kedua WNA tersebut. Tentunya mereka akan kami deportasi,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar Tedy Riandi, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (25/3/2023).

Kedua WNA tersebut dikenakan Tindakan Adminsitratif Keimigrasian berupa Pendeportasian dan namanya dimasukkan ke dalam daftar Penangkalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) huruf (a) dan (f) Undang-undang  Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Pagi ini pukul 09.55 WITA keduanya diterbangkan ke Jakarta untuk dideportasi melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta menggunakan maskapai Etihad Airways rute Jakarta-Abu Dhabi-Italia-Polandia dengan dikawal secara ketat oleh 
petugas,” tegas Tedy Riyandi.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto turut menjelaskan, kedua bule Polandia itu membangun tenda di atas bale bengong atau bangunan bertiang empat yang dibangun oleh Desa Adat Sukawati.

Mereka kepergok kemah saat Pecalang Desa Adat Sukawati berpatroli di wilayah Pura Erjeruk dan Pantai Purnama sekitar pukul 09.30 Wita.

Saat ditegur pecalang, mereka justru tidak terima dan sempat terjadi cekcok.

“Sepasang warga Polandia tersebut tetap kekeh bahwa mereka merasa tidak mengganggu perayaan Hari Raya Nyepi. Mereka menyangkal tidak mengganggu hanya diam di tempat tersebut menikmati pemandangan indah pantai,” kata Satake dalam keterangan tertulis pada Kamis (23/3/2023).

Satake menuturkan, setelah dibawa ke Polsek Sukawati, kedua WNA ini berdalih terjebak di lokasi tersebut karena tidak menemukan transportasi dan kehabisan bekal untuk kembali ke tempat mereka menginap.

“Merka menyadari kesalahannya, terpaksa membuat tenda karena kehabisan bekal, susah menemukan transportasi saat pengrupukan (malam sebelum Nyepi) dan pengalaman pertama liburan ke Bali,” kata dia.(lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?