Blok-a.com – Serangan puluhan drone yang dilancarkan Iran ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) lalu, menyebabkan harga emas dunia meroket ke titik tertinggi.
Berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange Comex, harga emas dunia kini mencapai US$2.375,6 per troy ons atau menguat sebesar 0,06 persen dari sebelumnya.
Bank Wall Street seperti Goldman Sachs Group Inc meningkatkan perkiraan akhir tahun mereka untuk emas menjadi US$2.700 per ons.
Melansir Russia Today, harga emas spot naik2,4% ke rekor tertinggi USD 2,431.52 per ons. Selama seminggu, harga emas naik 4% dan 16% sepanjang tahun ini. Melebihi kenaikan sepanjang tahun 2023 yaitu sebesar 13%.
Di tengah gejolak konflik geopolitik saat ini, aset safe heaven emas menjadi daya tarik. Aset safe heaven merupakan pilihan investasi yang memiliki risiko rendah. Contoh aset safe heaven salah satunya adalah emas.
Biasanya emas digunakan para investor saat ketidakpastian pasar dengan tujuan untuk melindungi nilai risiko serta sebagai penyimpan nilai.
Emas batangan dipercaya sebagai aset yang aman saat ketidakstabilan ekonomi, krisis pasar saham, konflik militer, hingga pandemi.
Dampak lain akibat peningkatan harga emas adalah pembelian yang kuat oleh bank sentral hingga peningkatan permintaan dari konsumen China.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi berpendapat bahwa kenaikan harga emas tidak akan lama karena Iran telah menyatakan tidak akan menyerang Israel lagi.
“Serangan drone Iran merupakan balasan dari tewasnya dua jenderal di kantor konsulat di Suriah. Artinya kenaikan harga emas dan minyak hanya sesaat saja,” jelas Ibrahim.
Untuk diketahui, kabarnya, Iran melakukan serangan tersebut sebagai balasan karena Israel telah menyerang Kedutaan Besar Iran di Suriah pada Senin (1/4/2024).
Melansir Reuters, Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian memaparkan bahwa serangan yang diluncurkan pada Israel bersifat “terbatas” serta untuk membela diri.
Amir-Abdollahian juga telah menjelaskan hal tersebut kepada AS. Mengingat Israel didukung oleh AS, ia khawatir bahwa AS akan terseret apabila mendukung Israel melakukan serangan balasan kepada Iran.
Hal tersebut akan menimbulkan perang terbuka antara Iran dan Pasukan AS di beberapa wilayah yang mempunyai fasilitas militer di enam negara diantaranya Teluk Arab, Suriah, Irak, dan Yordania.
Iran mempunyai kekuatan dapat menyerang semua titik yang memiliki fasilitas militer tersebut. Hal ini akan mengakibatkan ditutupnya Selat Hormuz menggunakan ranjau, drone, hingga kapal serang cepat yang dapat menghambat seperempat pasokan minyak dunia.
Isu Perang Dunia III pun mulai bermunculan di jagat maya. Hal ini dikarenakan untuk pertama kalinya Iran menyerang balik serangan baik dari Israel maupun sekutunya.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan dengan fokus kajian Timur Tengah Kishino Bawono menjelaskan bahwa saat ini negara-negara besar hanya memberikan kecaman hingga kutukan.
Menurutnya, dibutuhkan eskalasi konflik atau peningkatan, pergerakan, hingga perkembangan konflik yang lebih masif untuk mendeklarasikan perang.
Namun ia juga menambahkan bahwa jika tidak ada penurukan eskalasi konflik pasca serangan Iran ke Israel lalu, dikhawatirkan tensi dunia akan semakin naik.
“Ini yang ditakutkan bisa jadi akan ada perang besar yang akan menjadi momok dalam masa hidup kita,” jelasnya.
Kishino pun menambahkan bahwa Iran sebenarnya enggan untuk perang terbuka dengan memperingatkan AS agar tidak terlibat atau membantu Israel dalam hal ini.
Presiden Iran Ebrahim Raisi menyatakan:
“Masalah kami anggap selesai. Jangan serang balik kami. Kalau Anda menyerang, kami akan melancarkan serangan yang jauh lebih besar dan Anda tidak akan bisa menangkisnya,” jelasnya. (mg4/lio)
Penulis: Amelia Puspa Ningrum (Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura)









