BLOK-A – Setelah mencapai kata sepakat dengan Juventus, Luis Suarez justru membatalkan klausul pemindahannya. Hal itu disinyalir karena Lionel Messi memutuskan untuk menambah masa baktinya setidaknya satu musim ke depan.
Striker berjuluk El Pistolero itu memang santer dikabarkan meninggalkan Camp Nou. Rumor itu berdasar pada Ronald Koeman yang tak memasukkannya ke dalam rencana formasi Barcelona musim depan. Di sisi lain, El Barca juga akan melakukan regenerasi dengan menjual sejumlah pemain berusia di atas 27 tahun. Suarez yang berumur 33 tahun pun dipastikan akan dijual.
Namun demikian, awak media tampak melihat kedatangan Suarez ke rumah Messi pada Kamis (3/9). Jarak kediaman keduanya memang berdekatan. Rumor beredar bahwa Sang striker akan mengucapkan kalimat perpisahan ke Messi. Namun, prediksi tersebut ternyata salah. Kunjungan Suarez itu ternyata adalah diskusi agar Suarez tetap bertahan.
Messi telah memutuskan tinggal hingga 30 Juni 2021. Keputusan itu diambil karena ia terkunci klausul lepas yang mencapai 700 juta euro, atau kurang lebih RP 12,2 triliun. Harga tersebut 12 kali lebih mahal dari pembelian Napoli untuk Victor Osimhen. Pemain berdarah Nigeria itu dibeli Rp 1,2 triliun. Banderol itu mengukuhkannya sebagai transferan termahal di jendela transfer musim panas tahun 2020.
Besar kemungkinan pembatalan perpindahannya ke Juventus karena mengikuti jejak sahabatnya itu. Juventus pun terpaksa harus gigit jari karena striker incarannya tidak jadi merapat. Padahal mereka sudah melepas Gonzalo Higuain untuk bermain ke Major League Soccer (MLS).
Jurnalis asal italia bernama Gianluca di Marzio mengabarkan bahwa Si Nyonya Tua mengalihkan perhatiannya kepada sejumlah striker senior lain. Nama Edinson Cavani disebut-sebut sebagai target selanjutnya. Ia tak lain adalah rekan satu tim Suarez di tim nasional Uruguay.
Cavani bukan sosok asing untuk Serie A Italia. Sebelum moncer bersama Paris Saint-Germain, ia bermain enam tahun di Italia. Tiga tahun di antaranya mengabdi untuk Napoli antara 2010-2013. Ia disebut sebagai striker produktif karena mampu mengemas 108 gol dari 138 penampilan. Pengalaman itu diharapkan membuat Cavani tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dan segera menyongsong visi Juventus untuk menjuarai lebih banyak trofi musim depan.










Balas
Lihat komentar