KOTA MALANG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya mencatat ada 7 tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal karena Covid-19 selama 11 bulan terakhir.
Ketua IDI Malang Raya, Djoko Heri mengaku 7 nakes yang meninggal tersebut karena tertular saat membuka praktik pribadi.
“Jadi tujuh yang meninggal ini merupakan yang sudah berumur 60 tahun ke atas dan sebagian besar mempunyai penyakit komorbid. Dan mereka tertular saat membuka praktek pribadi,” kata Djoko.
Djoko pun mengatakan, penularan di praktek pribadi itu karena tidak ada sterilisasi waktu awal pandemi. “Kan dulu kami masih belum tahu standar atau sterilisasi di praktik makannya mudah tertular,” kata ia.
Namun, kini kata Djoko sudah mulai berkurang dokter atau nakes yang tertular Covid-19. “Karena sudah adaptasi kebiasaan baru. Seperti buka jam praktik itu dikurangi dan kami memeriksa pasien itu tidak bisa terlalu lama,” kata ia.
Oleh karena tenaga medis yang tertular merupakan tenaga medis atau dokter yang membuka praktik, Djoko memastikan tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 belum ada yang tertular.
“Jadi ini semua yang meninggal itu dipastikan bukan yang merawat pasien Covid-19. Jadi kami pastikan dokter yang merawat pasien Covid itu masih aman,” kata ia.
Sementara itu data dari IDI Malang Raya mencatat hingga akhir Januari 2021 sudah ada 69 tenaga medis yang terpapar Covid-19 dan 7 diantaranya meninggal dunia.









Balas