MALANG – Berbicara tentang perubahan bentuk tubuh selama kehamilan, secara umum ibu hamil terbagi menjadi 2 tipe. Pertama, ada ibu hamil yang berat badannya tetap selama masa kehamilan. Kedua, ibu hamil yang makin berisi selama kehamilan.
Mahmud Afandi, Nutrisionist Puskesmas Arjowinangun menyebut, ibu hamil yang mengalami kenaikan berat badan justru relatif lebih sehat daripada ibu yang berat badannya tetap selama hamil.
“Asalkan gemuknya nggak terlalu berlebihan ya. Nggak ada masalah. Ibu hamil memang harusnya naik berat badannya,” tukas Mahmud.
Berat badan ibu selama hamil memang harus naik. “Idealnya naik 12 kilogram, minimal itu dari sebelum hamil. Itu nanti justru relatif tidak berisiko anaknya lahir stunting. Justru yang berisiko yang kurus tadi,” tambahnya.
Ibu yang tetap kurus berafiliasi dengan KEK atau Kekurangan Energi Kronis. KEK ini bisa diukur dari lingkar lengan. Jika lingkar lengan atas (LILA) dibawah 23,5 centimeter, bisa dipastikan seorang ibu termasuk kekurangan energi kronis.
Kondisi ini bisa terjadi oleh wanita saat usia subur, yaitu perempuan di rentang usia 15 hingga 45 tahun.
“Caranya biar tidak KEK ya rajin mengonsumsi makanan bergizi. Kalau dari Puskesmas sendiri kita berikan ATIKA atau Ati, Telur dan Ikan dan biskuit untuk makanan tambahan ibu hamil,” tandasnya.




