Harga Sembako di Kota Malang Mulai Turun, Stok Dipastikan Aman Jelang Lebaran

Masa panen tidak merata sedangkan permintaan tetap, harga jual cabai rawit melonjak hampir dua kali lipat, Rabu (9/8/2023).(blok-a.com/Kuryanto)
Masa panen tidak merata sedangkan permintaan tetap, harga jual cabai rawit melonjak hampir dua kali lipat, Rabu (9/8/2023).(blok-a.com/Kuryanto)

Kota Malang, blok-a.com – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Malang mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa hari terakhir di bulan Ramadan. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memastikan ketersediaan pasokan relatif aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri.

Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, mengatakan penurunan harga mulai terlihat pada beberapa komoditas, salah satunya cabai rawit.

Di Pasar Bunul, harga cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp93 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp85 ribu per kilogram.

“Kalau di tempat kulakan seperti Pasar Gadang tentu bisa lebih murah, tadi sempat di angka Rp80 ribu karena memang pusat kulakan,” ujar Eka, Senin (23/2/2026).

Selain cabai, harga daging sapi terpantau stabil di kisaran Rp120 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam berada di sekitar Rp40 ribu per kilogram dengan kenaikan tipis namun masih dalam batas wajar.

Beberapa komoditas lain juga mulai mengalami penurunan, seperti bawang putih yang kini berada di angka Rp29 ribu per kilogram serta telur ayam di kisaran Rp27 ribu per kilogram.

“Trennya sudah mulai turun. Bawang putih, cabai, telur sudah menunjukkan penurunan,” jelasnya.

Menurut Eka, kondisi harga diperkirakan tetap stabil hingga mendekati Idulfitri karena pasokan bahan pokok saat ini cukup lancar dan sebagian komoditas memasuki masa panen. Selain itu, berkurangnya aktivitas sekolah dan kampus turut menekan permintaan dari sektor katering.

“Biasanya kalau sekolah dan kampus libur, permintaan ikut turun. Itu berpengaruh pada harga,” katanya.

Meski demikian, faktor cuaca masih menjadi perhatian, khususnya untuk komoditas hortikultura seperti cabai. Curah hujan tinggi berpotensi menurunkan kualitas hasil panen.

“Hujan terus-menerus bisa menyebabkan cabai busuk dan memengaruhi produksi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi potensi gejolak harga menjelang Lebaran, Diskopindag fokus menjaga kelancaran distribusi dan memastikan stok tetap tersedia di pasar.

“Yang perlu diwaspadai itu kalau stok sampai kosong. Itu bisa memicu panic buying. Selama stok aman, harga relatif terkendali,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan operasi pasar jika terjadi kelangkaan. Selain itu, stabilisasi harga juga dilakukan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta kerja sama lintas daerah guna menjaga pasokan tetap terjaga.

“Harapan kami jangan sampai terjadi kelangkaan. Kalau stok aman, masyarakat juga tetap tenang,” pungkasnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com