Pastikan Bantuan di 3 Provinsi Terdampak Banjir, Gibran Ikut Blusukan ke Sumatra

Wapres Gibran Rakabuming Raka (kemeja biru) saat berdialog dengan korban banjir di Agam, Sumatra Barat, Kamis (4/12/2025) (foto: Yusrizal/Antara)
Wapres Gibran Rakabuming Raka (kemeja biru) saat berdialog dengan korban banjir di Agam, Sumatra Barat, Kamis (4/12/2025) (foto: Yusrizal/Antara)

Blok-a.com – Pada hari Kamis, 4 Desember 2025, Gibran Rakabuming Raka diberangkatkan dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Rombongan menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737800, dan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatra Barat.

Setibanya di Sumatera Barat, kunjungan Gibran langsung diarahkan ke Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Ini merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Gibran menggunakan helikopter untuk membawa bantuan logistik dan kemanusiaan karena banyak lokasi pengungsian yang tidak bisa diakses dengan kendaraan biasa akibat jalan rusak, tertutup lumpur, dan puing-puing pascabanjir.

Tur Tiga Provinsi

Sesampainya di Agam, untuk mencapai pos-pos pengungsian, Gibran bersama rombongan menempuh perjalanan dengan sepeda motor trail, menembus jalur berlumpur dan rusak, melewati rumah-rumah yang porak-poranda akibat banjir bandang dan longsor. Rumah-rumah hancur, lumpur setinggi lutut, dan puing-puing kayu besar masih terlihat di berbagai titik desa tersebut.

Dalam dialog langsung dengan korban di tenda pengungsian, Gibran menyampaikan duka cita dari Presiden Prabowo Subianto. “Dari Bapak Presiden Prabowo, ini saya haturkan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban. Saya mohon maaf sebelumnya. Bapak-Ibu tidak sendiri, warga Sumatra tidak sendiri,” kata Gibran di posko pengungsi Kabupaten Agam, seperti dikutip Antara, Kamis (4/12/2025).

Sambil membawa buku saku, Gibran mencatat segala masukan dan keluhan para korban bencana. Mulai dari kebutuhan logistik, kondisi pengungsian, hingga akses layanan dasar. Wakil Presiden juga memastikan distribusi bantuan dipercepat melalui jalur darat, udara, dan laut.

“Tadi sudah disampaikan juga, perbaikan-perbaikan akses komunikasi, puskesmas, sekolah, jembatan, jalan, ini juga akan dipercepat agar arus bantuan logistik, BBM ini bisa lancar kembali,” ujar Gibran dalam pernyataannya di lokasi bencana, dikutip dari JPNN.com, Kamis (4/12/2025).

Gibran menegaskan bahwa penanganan darurat harus memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Di posko pengungsian yang dikelola Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, ia juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako, selimut, perlengkapan kebersihan, logistik harian, hingga mainan anak-anak.

Gibran kemudian melanjutkan rangkaian kunjungan menggunakan Helikopter Kepresidenan Super Puma ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru yang porak-poranda diterjang banjir bandang pada Selasa pagi (25/11/2025). Tampak rumah-rumah penduduk, kendaraan, sekolah, masjid, gereja, serta berbagai fasilitas umum lainnya hancur tertimbun lumpur dan puing-puing kayu.

Setelah meninjau area permukiman warga, Gibran melanjutkan kunjungannya ke Posko Penanggulangan Bencana di Desa Batu Hula untuk memastikan penyaluran logistik dan berbagai kebutuhan dasar bagi para pengungsi berjalan baik serta tepat sasaran.

Dari Tapanuli Selatan, Gibran melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Di lokasi ini, Gibran menekankan pentingnya percepatan penanganan banjir, termasuk pendataan kerusakan, penyediaan logistik, dan penyiapan rencana pemulihan jangka panjang. Wakil Presiden melakukan evaluasi kondisi infrastruktur serta mendengar laporan teknis dari pemerintah daerah dan tim penanganan bencana.

Data Korban dari BNPB

Menurut data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir bandang dan longsor yang melanda provinsi-provinsi di Sumatra akibat hujan deras telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan yang luas.

Hingga Kamis (4/12/2025) sore, tercatat 836 orang meninggal dunia, 518 orang masih hilang, serta lebih dari 4.200 warga mengalami luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai ratusan ribu jiwa yang tersebar di tiga provinsi.

Rincian korban meninggal per provinsi: Aceh 325 orang, Sumatera Utara 311 orang, dan Sumatera Barat 200 orang. Bupati Agam Benni Warlis melaporkan bahwa wilayahnya merupakan daerah paling terdampak, dengan 169 korban ditemukan, 84 orang masih hilang, serta 15.000 warga mengungsi dan sekitar 20.000 lainnya masih terisolasi.

Selain korban korban manusia bencana juga merusak ribuan rumah, dari yang ringan hingga berat. Infrastruktur, seperti jembatan, jalan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah juga rusak atau hancur. Akses menuju beberapa desa terputus karena jalan tertutup lumpur, puing, atau sungai meluap, sehingga menghambat distribusi bantuan dan evakuasi. (mg2/gni)

Penulis: Muhammad Naufal Abiyyu (mahasiswa magang UTM Bangkalan)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com