Bus TransJatim Bakal Beroperasi di Malang Raya, Begini Gambaran Rutenya

Armada bus TransJatim bakal ditambah dan rute diperluas. (doc. Humas Pemprov Jatim)
Armada bus TransJatim bakal ditambah dan rute diperluas. (doc. Humas Pemprov Jatim)

Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan  (Dishub) Kota Malang sedang merancang sistem transportasi pengumpan (feeder) yang nantinya akan menghubungkan daerah-daerah kecil dengan pusat transportasi utama. Langkah selanjutnya akan diadakan koordinasi dengan paguyuban angkutan umum (angkot) perihal titik pemberhentian dan pemberangkatannya.

Hal ini dilakukan agar paguyuban sopir angkot tetap bisa bersaing dengan transportasi umum lainnya. Selain itu dengan adanya TransJatim ini juga diharapkan bisa menjangkau wilayah yang selama ini kurang terlayani oleh transportasi massal. Jalur TransJatim juga akan dibedakan dengan jalur utama bus lainnya.

“Sudah kami terima, tapi itu baru secara garis besar saja. Tapi untuk jalur khusus untuk penurunan dan pengangkutan penumpang, kami sudah mulai melakukan setting,” jelas Mega Perwira Donowati, selaku Kepala Terminal Tipe A (TTA) Arjosari Malang.

Namun, Mega mengakui bahwa pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pemprov Jatim perihal jumlah halte yang akan dibuka di sepanjang rute ini. Rute baru ini tentunya akan sangat membantu wisatawan yang ingin bepergian dari Surabaya langsung ke Batu tanpa harus mencari transportasi lanjutan.

Jalur/Rute Utama Bus TransJatim area Malang Raya

Rute TransJatim area Malang Raya akan memiliki dua konsep jalur utama, yakni untuk jalur tengah kota dan pinggiran kota.

Rute tengah kota dimulai dari Jalan Ahmad Yani di wilayah Blimbing, yang kemudian akan melintasi pusat Kota Malang. Mencakup kawasan strategis seperti kawasan bisnis, pendidikan, dan pemerintahan. Beberapa titik penting lainnya yang mungkin dilalui adalah Jalan Basuki Rahmat, Alun-Alun Malang, dan kawasan di sekitar Balai Kota Malang.

Sementara untuk jalur pinggir kota, ini dimulai dari Karanglo, melewati Jalan Raden Intan (kawasan Arjosari), Jalan S. Temenggung, dan Jalan Sulfat. Lalu bus akan melintasi Jalan Ki Ageng Gribig di Kedungkandang, sebelum masuk ke Terminal Hamid Rusdi dan berakhir di Kabupaten Malang.

Dengan kedua konsep ini, diharapkan TransJatim menjadi solusi kebutuhan transportasi umum yang efisien bagi warga. Sesuai hasil rapat koordinasi dengan Dishub Jatim, dengan adanya 15 unit bus mikro diharapkan frekuensi layanan bisa ditingkatkan sehingga waktu tunggu penumpang bisa lebih singkat. Program feeder ini diharapkan bisa mengoptimalkan 15 trayek angkot yang sekarang kurang beroperasi, bahkan ada beberapa yang memang sudah tidak aktif. (mg2/gni)

Penulis: Siti Cholifah (mahasiswi magang STIMATA)

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com