Blok-a.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melahap sejumlah wilayah di kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung.
Hingga kini, petugas masih melakukan upaya pemadaman api, namun lokasi yang sulit dijangkau kendaraan membuat petugas kesulitan memadamkan api.
Dirangkum Blok-a.com, Kamis (5/10/2023), berikut deretan fakta terkait kasus kebakaran TN Way Kambas.
1. Melahap 200 Hektar Lahan
Humas TN Way Kambas, Sukatmoko mengatakan, luas lahan yang terbakar selama periode Agustus hingga September mencapai 200 hektare.
“Ada di enam titik selama dua bulan terakhir ini. Total 200 hektare yang terbakar. Namun jumlah luas itu bisa bertambah karena saat ini tim masih memetakan,” ujar Sukatmoko dilansir dari Kompas.com, Kamis (5/10/2023).
Sukatmoko berharap kebakaran tidak meluas mengingat kondisi kekeringan dan angin yang berpotensi kembali menimbulkan api.
2. Sejumlah Satwa Mati
Atas peristiwa ini, sejumlah satwa hutan seperti trenggiling ditemukan mati. Selain itu ada beberapa satwa lainnya yang juga terbakar dengan hanya menyisakan tulang belulang sehingga tak dapat dikenali.
“Tidak ada satwa besar yang mati, namun ada beberapa satwa kecil seperti Trenggiling dan Ular yang kami temukan mati. Ada juga beberapa satwa lainnya yang kondisi hanya tersisa tulang belulangnya saja,” ujar Sukatmoko.
3. Diduga Sengaja Dibakar
Pihak otoritas menduga kawasan TNWK sengaja dibakar oleh pemburu liar yang memanfaatkan padang savana kering di musim kemarau ini. Para pemburu liar itu membakar alang-alang agar tumbuh tunas baru yang bisa memancing satwa seperti rusa datang.
“Jadi mereka ini sengaja membakar. Nanti waktu musim penghujan itu alang-alang liar tumbuh lagi. Nah, sebelum tumbuh itu mereka pasang perangkap,” jelas Humas TNWK Sukatmoko.
4. Aparat Buru Pelaku
Menyikapi persoalan tersebut, pihak TNWK berkoordinasi dengan Tentara Repulik Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesoia (Polri) untuk memburu para pelakunya.
“Iya kami bekerja sama melakukan penyelidikan terkait aktifitas pembakaran yang dilakukan oleh para pemburu ini. Kami bekerja sama dengan TNI-Polri tentunya,”imbuh Sukatmoko.
(hen)










Balas
Lihat komentar