Blok-a.com – Berikut fakta-fakta terkait kebakaran depo milik PT Pertamina (Persero) di Plumpang, Jakarta Utara, yang terjadi pada Jumat malam, pukul 20.11 WIB, 3 Maret 2023.
Kebakaran hebat yang melanda Depo Pertamina Plumpang bahkan merembet ke permukiman di dekatnya hingga menyebabkan warga panik.
Akibat dari perstiwa ini, belasan orang dikabarkan meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka.
Berikut fakta-fakta mengenai kebakaran Depo Pertamina Plumpang:
1. Warga Mencium Bau Bensin Sebelum Kebakaran
Warga yang tinggal di dekat Komplek Depo Pertamina mencium aroma bensin yang menyengat sebelum terjadi kebakaran di Pipa Bensin Depo Pertamina Plumpang.
Berdasarkan keterangan warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran Depo BBM Pertamina itu, api membumbung tinggi hingga terlihat dari kedua arah jalan tol dalam kota.
2. Ratusan Personel Damkar Dikerahkan
Petugas pemadam kebakaran menerima informasi dan memulai memadamkan kebakaran sejak pukul 20.22 WIB.
Awalnya, pemadam kebakaran mengerahkan 2 unit mobil damkar dan 10 personel, kemudian bertambah terus sampai 52 unit mobil damkar dan 260 orang personel.
Hingga dua jam setelah laporan pertama, sekitar pukul 22.10 WIB, kobaran api masih belum berhasil dipadamkan. Api baru berhasil dipadamkan sekitar enam jam setelah kejadian, yakni pada Sabtu (4/3/2023) dini hari.
3. Jumlah Korban Jiwa
Menurut informasi yang beredar, jumlah korban sudah mencapai 17 orang, yang terdiri dari 15 dewasa dan 2 anak-anak. Sedangkan korban luka bertambah jadi 49 luka berat, dan 2 luka sedang.
Api yang menyambar hingga ke dua kawasan rumah warga (RW) ini juga mengakibatkan ratusan orang terpaksa mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan warga yang mengungsi akibat kebakaran mencapai 579 jiwa. Mereka tersebar di enam titik pengungsian.
4. Penyebab Kebakaran Masih Diinvestigasi
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menerima laporan, pemicu kebakaran di Depo Pertamina Plumpang adalah sambaran petir. Namun, PT Pertamina (Persero) menyebut, penyebab pasti belum bisa diungkapkan karena membutuhkan proses investigasi.
“Pertamina membentuk tim gabungan dengan PT Pertamina Patra Niaga, fungsi terkait, dan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi penyebab terjadinya insiden malam ini,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, Mengutip Kumparan.










Balas