Enam Tersangka Akui Palsukan TKP Laka Kerja PG Kebonagung

Caption : Situasi PG Kebonagung masih terlihat ada aktivitas penggilingan setelah terjadi kecelakaan kerja di bagian Giling hingga menelan satu korban jiwa (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Situasi PG Kebonagung masih terlihat ada aktivitas penggilingan setelah terjadi kecelakaan kerja di bagian Giling hingga menelan satu korban jiwa (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Dihadapan polisi, keenam tersangka akui tindak perkara atas perintangan dan pemalsuan tempat kejadian perkara (TKP) laka kerja Pabrik Gula (PG) Kebonagung, pada Kamis (8/6) silam.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Riski Saputro mengatakan, keenam tersangka tersebut telah melaksanakan pemeriksaan pada Rabu (12/7) lalu.

Keenam tersangka tersebut yakni, HR (Kabag teknik), FR (Kabag TUK), LAW (Kabag Fabrikasi), H (Kasi Masakan Puteran)
IM (Kasi Teknik II), AN (Staff Personalia dan Umum).

“Alhamdulillah keenam tersangka memenuhi panggilan, datang semua keenamnya. Kita periksa mulai dari siang sampai dengan sore hari,” terang Wahyu saat ditemui Blok-a.com, Kamis (13/7/2023).

Terkait peran dari keenamnya, Wahyu mengatakan seluruh tersangka memiliki peran yang cukup signifikan. Mulai dari merencanakan pengalihan TKP sampai dengan pembuatan TKP palsu laka kerja PG Kebonagung.

“Mulai dari yang memerintahkan untuk melakukan pemasangan kawat di TKP, kemudian merencanakan pengalihan TKP atau membuat TKP Palsu. Ada yang memerintahkan agar pada saat polisi datang pertama kali ini tidak langsung menuju ke TKP,” bebernya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Wahyu, keenam tersangka kooperatif. Artinya, tersangka mengakui atas kesalahan yang sudah dilakukan.

“Keenam tersangka ini kooperatif, mereka mengakui dan menyadari tehadap apa yang sudah dilakukan,” jelasnya.

Selanjutnya, setelah hasil pemeriksaan selesai, Satreskrim akan segera memenuhi admistrasi berkas perkara yang selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri.

“Insyaallah ini akan terus kami kejar, kami kebut mudah mudahan minggu depan kami sudah bisa tahap satu mengirimkan berkas ke Kejaksaan,” pungkasnya.

(ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?