Surabaya, blok-a.com – Produksi perikanan tangkap sekaligus ekspor perikanan Jatim tercatat tertinggi di Indonesia di 2022.
Sesuai data Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPMHP) ekspor komoditas perikanan Jawa Timur ke mancanegara di 2022 tertinggi nasional mencapai 381.477 ton dengan nilai ekspor 2.602.492.056 USD.
Setelah Jawa Timur, menyusul DKI Jakarta dengan total ekspor 303.037 ton, Sulawesi Selatan 190.753 ton, Jawa Tengah 59.216 ton, dan Sumatera Utara dengan total ekspor 49.889 ton.
Data BKIPMHP untuk komoditas ekspor perikanan Jawa Timur tertinggi secara nasional, dengan komoditas unggulan ekspor yaitu udang mencapai total 84.582,49 ton, dan ikan Tuna dengan total ekspor 54.195,79 ton.
Jika menurut data statistik perikanan tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur total produksi perikanan tangkap di Jawa Timur di 2022 mencapai 598.317 ton.
Sehingga disebut melebihi wilayah di Indonesia Timur, semisal Maluku dengan capaian 551.846,2 ton, Sulawesi Selatan 417.700,72 ton, Sulawesi Utara 366.738,21 ton, dan Maluku Utara 361.499,65 ton,”
Untuk data di Diskanla Provinsi Jatim, komoditas unggulan perikanan tangkap di Jatim ada dua yakni ikan tongkol dengan hasil produksi 64.947,80 ton dan ikan lemuru dengan hasil produksi 70.284,83 ton.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dikonfirmasi terkait itu, di sela menghadiri pelantikan Rektor IPB di Bogor, menjelaskan tidak hanya produksi perikanan tangkap yang mencapai hasil memuaskan.
Sesuai data Statistik Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, produksi perikanan budidaya di Jawa Timur juga tertinggi ketiga nasional pada 2022. Total produksi perikanan budidaya mencapai 1.313.745,14 ton.
Di pulau Jawa sendiri, Jawa Timur menjadi produsen perikanan budidaya tertinggi.
“Kalau produksi perikanan budidaya, kita di peringkat ketiga. Di bawah Sulawesi Selatan dengan total produksi mencapai 3.077.497,40 ton dan Nusa Tenggara Timur dengan total produksi 1.403.093,35 ton,” imbuhnya.
Kata dia, terdapat tiga jenis komoditas unggulan perikanan budidaya di Jawa Timur yang mencapai hasil produksi paling tinggi.
Ketiga komoditas tersebut ialah bandeng dengan produksi sebesar 170.319 ton, lele dengan produksi sebesar 136.435,89 ton, dan udang vanname mencapai produksi sebesar 103.949,74 ton.
Khofifah berterima kasih kepada nelayan, petani tambak yang menjadi garda terdepan penguatan komoditas pangan sektor perikanan.
Pencapaian ini menurutnya akan menjadi awal yang baik bagi momentum pemulihan perekonomian masyarakat Jawa Timur pasca Covid-19.
Sekaligus menjadi modal utama bagi realisasi program prioritas peningkatan kemandirian pangan di tahun 2023 ini.
Dia juga mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan, dengan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Sebagai informasi, peningkatan kemandirian pangan dan pengelolaan sumber daya energi menjadi salah satu dari tujuh program prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur di tahun 2023.
Selain itu program prioritas lainnya yakni pemulihan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan nilai tambah sektor sekunder dan pariwisata; penguatan konektivitas antar wilayah dalam upaya pemerataan hasil pembangunan serta peningkatan layanan infrastruktur; peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas dan daya saing ketenagakerjaan serta pengentasan kemiskinan; peningkatan kepedulian sosial dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal; peningkatan ketahanan bencana dan kualitas lingkungan hidup; dan peningkatan ketentraman, ketertiban umum dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah optimis upaya peningkatan kemandirian pangan kembali tercapai di 2023. Hal ini selaras dengan produksi komoditas pangan yang melejit di berbagai sektor.(kim/lio)










Balas
Lihat komentar