KOTA MALANG – Sejak Kamis (12/11) siang sejumlah pelanggan PDAM mengeluhkan air yang keluar berbau minyak dan keruh. Bahkan keluhan tersebut disampaikan tidak hanya di media sosial namun juga di pesan daring WhatsApp.
Dalam pesan yang berseliweran menyebutkan ada beberapa titik air PDAM Kota Malang yang berbau. Salah satunya dari warga Tunjung Sekar Piranha Lowokwaru.
“Warga Tunjung Sekar piranha mengeluh air pdam bau minyak tanah semua,” keluh pelanggan melalui pesan singkat di salah satu grup yang ada di WhatsApp.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PDAM Kota Malang, Nor Muhlas menjelaskan jika sampai saat ini timnya sedang melakukan proses penyelidikan. Pihaknya belum bisa memberikan penjelasan secara detail terkait kondisi air yang berbau minyak tanah tersebut.
“Saat ini tim sudah di lapangan untuk menyelediki penyebabnya. Kami akan segera memberikan informasi terbaru jika sudah diketahui penyebabnya,” jelas Muhlas melalui pesan singkat kepada Blok-A.
Lebih lanjut Muhlas juga mengatakan akan segera menyampaikan kepada pelanggan jika telah mengetahui penyebab air yang berbau minyak tanah tersebut.
Saat ini puhaknya enggan menduga penyebab dari bau minyak tanah di dalam kandungan air milik PDAM, sebelum mengetahui hasil penyelidikan yang dilakukan tim dilapangan.
Sementara itu melalui media sosial Twitter, milik PDAM Kota Malang menyampaikan permohonan maaf atas adanya laporan berkaitan dengan kondisi kualitas air yang dialirkan. Untuk mengatasi itu, tim akan melakukan pengurasan pada reservoirs dan flushing pada semua titik hydrant.
“PEMBERITAHUAN Karena adanya pengaduan kualitas air dan indikasi kontaminasi pada layanan kami, maka kami akan melakukan pengurasan pada reservoir dan flushing pada semua titik hydrant dan BR. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” tulis akun Twitter @pdammalangkota.
Unggahan tersebut ternyata mendapat banyak komentar dari warganet. Sebagain banyak yang meminta kejelasan terkait kualitas air berbau minyak tanah tersebut. Bahkan ada pula warganet yang mengeluhkan lokasi tempat tinggalnya juga mengalami hal serupa.
“Ini berbahaya gak min udah terlanjur buat sikat gigi lho,” tulis @tolehkanankiri.
“Sampai mbareng juga min, benerin juga ya 😭,” tambah @fasyay.
“Daerah Ikan Nila Blimbing jg terdampak. Air PDAM nya bau bensin,” tulis akun @azzikukuh.
“Anak saya masih bayi, bagaimana saya mencuci botol dan memandikan anak saya,” keluh @SertyawanWardana.
“Apakah tanggung jawab dari PDAM nantinya hanya dalam bentuk minta maaf saja?,” tanya akun @saarsarii.
“Berarti bisa minta diskon sekian kubik sbg kompensasi min 1 tandon/bak air krn air tdk bisa dipakai-eman,” timpal @Tio_yhoe.




