DP3AKB Jember Gencarkan Upaya Penurunan Stunting

Kepala Dinas DP3AKB Jember, Suprihandoko.

Jember, blok-a.com – Untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia pada 2045, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember terus berupaya menurunkan angka stunting, akibat kekurangan gizi melalui berbagai program.

Kepala DP3AKB Jember, Suprihandoko mengatakan, Stunting atau gagal tumbuh anak karena kurangnya asupan gizi saat hamil menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jember, sehingga ia berharap berbagai pihak bersama-sama berupaya menyelesaikan masalah yang menghambat terwujudnya generasi emas bangsa ini.

“Sehingga kedepan diharapkan betul-betul akan menjadi generasi emas di 2045, Indonesia pada usianya yang ke 100 tahun itu jadi negara hebat. Semua ini dalam rangka menyiapkan itu,” kata Suprihandoko, Selasa (9/8/2022).

Teknikel asisten BKKBN Provinsi Jatim, Andy Asmara

Tak bosan-bosannya Suprihandoko selalu menyampaikan, betapa pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam upaya penurunan stunting. Karena menurutnya mereka inilah yang langsung turun di lapangan dan mengetahui masalah yang ada di lingkup terkecil di tingkat Desa/Kelurahan hingga keluarga.

“Untuk percepatan pelaporan maka, mereka semua kita bantu dengan pulsa yang ditujukan untuk membeli paket. Yakni untuk komunikasi, memantau, membantu dan mendampingi siapa yang sedang hamil, siapa yang sedang merencanakan pernikahan, siapa yang membutuhkan pelayanan KB dan siapa yang memiliki Baduta (Balita dibawah dua tahun),” bebernya.

Kepala Dinas DP3AKB Jember ini menjelaskan, mengapa pendampingan itu perlu diberikan pada Baduta. Karena menurutnya pada masa inilah Perkembangan otak anak menjadi salah satu poin penting yang mempengaruhi pertumbuhan mereka. 

“Ubun-ubunnya terus berdenyut kembang kempis dan terlihat lunak, sangat jauh berbeda dengan kepala orang dewasa yang keras sempurna. Artinya pada saat ubun-ubun masih lunak masih ada harapan jaringan otak bisa bertambah sehingga perlu didampingi oleh TPK,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendampingan itu berupa pemantauan seperti nutrisi apa saja yang diberikan pada anak, ASI nya terus diberikan selama dua tahun atau tidak, tumbuh kembangnya bagaimana, tumbuh kembang motoriknya itulah yang di pantau TPK,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa sekarang sudah ada aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) yang menjadi langkah keterbukaan informasi kepada publik demi mempercepat penurunan angka stunting yang disebabkan oleh kekurangan gizi.

Secara mendetail Suprihandoko menjelaskan, bahwa banyaknya kasus yang terjadi para remaja (terutama remaja putri) yang status gizinya kurang baik (under nutrision), di mana bila para remaja ini menikah dengan keadaan status gizi yang seperti itu, akan menghasilkan kehamilan stunting.

Jadi TPK ini bertugas mendampingi Catin (Calon Pengantin) dengan melakukan ukuran-ukuran staus nutrisi seperti: LILA (Lingkar Lengan), berat badan, HB dan sebagainya sehingga dari itu bisa dinilai status gizinya dan bisa dipilah sasaran dan jenis permasalahannya.

Sementara itu, Technical Assistan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN)  Andy Asmara mengatakan, perlunya kerjasama seluruh OPD untuk tercapainya Target penurunan untuk 14 persen pada tahun 2024, Sehingga Ia berharap, semua pihak dapat berkolaborasi, dan mengedepankan penurunan stunting.

“Sebetulnya sekarang yang paling fokus itu mensinergikan beberapa aplikasi yang sudah digunakan secara aktif oleh teman-teman di lini lapangan. jadi, kita punya seperti Elsimil, program J-Bangga. Kita berenca untuk mensinergikan kedalam satu aplikasi baru yang bisa terkoneksi dengan akses terbatas oleh masing -masing Kepala Dinas,” tuturnya.

Andy Asmara menjelaskan, mengapa perlu adanya aplikasi baru untuk percepatan penurunan stunting ini, karena menurutnya sejauh ini program ini berjalan akan tetapi daya ungkitnya kurang luar biasa.

“Jadi Pak Handoko menginisiasi itu dalam rangka untuk menciptakan daya ungkit dari kata upaya percepatan penurunan,” ujarnya. (Anggun)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com