Ditolak Warga, Rencana Pembangunan Masjid Youtuber Muslim Korea Terancam Gagal 

Daud Kim saat mengumumkan rencananya untuk membangun masjid di Incheon, Korea Selatan (dok.detik)
Daud Kim saat mengumumkan rencananya untuk membangun masjid di Incheon, Korea Selatan (dok.detik)

Blok-a.comYouTuber muslim Korea, Daud Kim atau Kim Jae Han menjadi sorotan media. Ia baru-baru ini mengumumkan akan membangun masjid di atas tanah yang dibelinya di Incheon.

Daud Kim, seorang pria berusia 30-an secara terbuka masuk Islam pada bulan September 2019. Berprofesi sebagai kreator konten,ia saat ini memiliki 5,52 juta pengikut di YouTube. 

Ia kerap mem-posting video berbahasa Inggris tentang kehidupan sebagai seorang muslim di Korea Selatan. Berkat videonya, Daud Kim memiliki banyak pengikut Muslim dari seluruh dunia.

Pada tanggal 11 April, Daud Kim mengumumkan bahwa dia akan membangun masjid di atas tanah yang dibelinya di Incheon.

“Akhirnya, dengan bantuan Anda, saya menandatangani kontrak tanah untuk membangun masjid di Incheon. Tempat ini akan segera menjadi masjid. Saya tidak percaya hari ini akhirnya tiba… Saya berencana membangun tempat shalat dan studio podcast Islami untuk Dakwah untuk masyarakat Korea,” tulis Kim dalam akun Instagram-nya.

Namun rencana YouTuber Muslim Korea Selatan Daud Kim untuk membangun masjid di kota pelabuhan barat Incheon berada di ambang kegagalan.

Mengutip Korea Times, kontrak pembelian tanah yang ditandatanganinya dibatalkan atas permintaan pemilik tanah. Pembatalan tersebut terjadi di tengah reaksi penolakan keras warga setempat terhadap rencana pembangunan masjid tersebut.

Menurut pejabat industri real estate, pada Minggu (21/4) Daud Kim mencapai kesepakatan dengan pemilik properti sehari sebelumnya untuk membatalkan kontrak pada tanggal 11 April 2024.

Menurut laporan media lokal, pemilik properti meminta pemutusan kontrak karena dia tidak mengetahui rencana Kim untuk membangun masjid.

Daud Kim sebelumnya mengaku membeli sebidang tanah seluas 284,4 meter persegi di Yeongjong, Incheon, pada 13 April 2024 seharga 189,2 juta won (Rp2,2 miliar).

Kim mengatakan dalam postingan YouTube dan Instagram-nya bahwa dia telah membayar 20 juta won di muka dan sisanya akan dibayarkan bulan depan.

Kim juga membagikan detail rekening banknya secara online dan meminta penggemarnya untuk menyumbang.

Meski demikian, rencana Kim mendapat tentangan dari warga sekitar yang memprotes pembangunan gedung keagamaan di lahan dekat sekolah dan pemukiman.

Penolakan itu semakin besar ketika media lokal memberitakan kembali kejahatan seksual yang dilakukan Kim pada tahun 2019. Saat itu, video TikTok korban yang memuat kronologi percobaan pemerkosaan menjadi viral.

Kim mengatakan, pada saat itu bahwa kantor kejaksaan menutup kasus tersebut dengan menunda penuntutan sambil meminta maaf kepada korban. Korban memaafkannya dan tidak menginginkan Kim dihukum.

Sementara itu, Federasi Muslim Korea (KMF), satu-satunya organisasi Islam yang terdaftar secara resmi di pemerintah Korea Selatan, pekan lalu mengakui bahwa rencana pembangunan masjid Kim adalah proyek pribadi yang tidak terdaftar.

“Semua masjid di seluruh negeri yang terkait dengan Federasi Muslim Korea terdaftar atas nama KMF, dan tidak seorang pun diizinkan mendaftar atas nama individu atau mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid,” demikian kata kelompok tersebut dalam pengumumannya, dikutip dari CNBC.

KMF menjelaskan, upaya penggalangan dana  yang dilakukan Daud Kim untuk membangun masjid tidak ada hubungannya dengan KMF dan merupakan upaya penggalangan dana pribadi.

Menurut KMF, Korea Selatan memiliki setidaknya 19 masjid atau tempat ibadah yang mampu menampung sekitar 35.000 warga muslim Korea dan 150.000 muslim warga negara asing.(mg5)

Penulis: Aulia Putri Indrianti (Mahasiswi magang Universitas Trunojoyo Madura)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com