Dishub Kota Malang Taksir Kerugian Rp 600 Juta Pasca Kericuhan

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Kericuhan yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) dini hari berimbas pada rusaknya sejumlah fasilitas lalu lintas di Kota Malang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat total kerugian mencapai sekitar Rp600 juta.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan massa aksi yang terpukul mundur oleh kepolisian menyebar ke berbagai titik dan merusak fasilitas transportasi.

“Di antaranya ada di pos-pos polisi, kemudian perlengkapan jalan yang merupakan kewenangan Dishub. Untuk perlengkapan jalan ada yang bersuar dan tidak bersuar. Kalau tidak bersuar itu water barrier, barricade, rambu-rambu seperti marka jalan. Kemudian yang bersuar itu adalah warning light, ATCS, traffic light,” ujar Jaya, sapaan akrabnya.

Kerusakan terparah terjadi pada satu paket lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) di Simpang Hotel Savana. Kabel putus dan lampu patah sehingga tidak dapat difungsikan kembali.

Selain itu, enam rambu lalu lintas juga dirusak. Akibatnya, Dishub terpaksa melakukan pengaturan arus lalu lintas secara manual bersama personel dan Supeltas.

“Kami terpaksa melakukan pengalihan arus lalu lintas dengan cara memasang rambu lalu lintas. Pengalihan dari arah Jalan Sarangan, itu tidak diperbolehkan belok kanan langsung ke arah Jalan Kaliurang. Jadi kami belokkan dulu ke arah utara. Dengan harapan bisa berputar di U turn arah ke utara,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengaturan ini hanya bersifat sementara sembari memperbaiki fasilitas yang rusak.

“Ini sudah perbaikan terus, sifatnya sementara. 2-3 hari setelah kejadian ini kami lakukan pelacakan mana yang bisa dipakai. Kami berupaya sedemikian rupa agar bisa segera digunakan. Itu paling vital rusaknya di sana,” katanya.

Selain di kawasan Savana, kerusakan juga meluas ke sejumlah titik lain. Di simpang Universitas Brawijaya (UB) terdapat 10 unit barricade besi dan 35 water barrier yang dibakar. Sementara di Jalan Bandung, 25 water barrier turut rusak.

Kerusakan juga ditemukan di depan Gereja Jalan Ijen, yakni satu unit tenda Dishub yang biasanya digunakan untuk pos Car Free Day. Kemudian di Jalan Semeru (Patung Rudal) tercatat 30 barricade dan 20 water barrier habis terbakar. Di kawasan Jalan Tenes, 40 water barrier juga ikut rusak.

Untuk menutup kerugian, Dishub akan mengajukan anggaran perbaikan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2025.

“Paling mahal di APIL itu. Kami ajukan ke PAK karena ini penting untuk perbaikan, urgent,” pungkasnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com