KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu telah menganggarkan Rp 2,9 miliar untuk kebutuhan sarana prasarana (sarpras) penunjang vaksin Covid-19. Bahkan beberapa kebutuhan sarpras tengah di iapkan untuk vaksinisasi yang akan dilaksanakan pada tahap pertama di bulan Februari ini.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, kebutuhan sarpras yang diperlukan di antaranya belanja modal senilai Rp 1,9 miliar. Belanjaa modal ini berupa vaccine refrigerator 6 unit dan vaccine carrier 90 box.
Kemudian ada belanja bahan habis pakai senilai Rp 986 juta. Meliputi spuit 3 CC 1000 box, safety box 1.975 pcs, alkohol swab 2.000 box, plasterin 1.000 box, apron disposible 1.050 box. Lalu face shield 500 pcs, masker 3 ply 1.000 box, masker n-95 1.000 box, sarung tangan 1.500 box dan belanja sosialisasi tingkat kota senilai Rp. 14,4 juta.
Sekretaris Dinkes Kota Batu dr Yuni Astuti menjelaskan, sarpras penunjang vaksin telah lengkap, bahkan beberapa fasilitas telah ada. Namun masih ada beberapa kebutuhan yang kurang baik.
“Dari keperluan di atas, ada penyesuaian kebutuhan. Karena beberapa sudah ada. Sehingga tinggal menambahkan yang kurang saja,” ujar Yuni, Sabtu (23/1).
Yuni juga menambahkan untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut masih dalam tahap perencanaan dan sedang diajukan.
“Karena pelaksanaan vaksinasi tahap awal untuk Nakes. Maka sarpras pendukungnya cukup dari provinsi. Karena memang sudah disiapkan,” bebernya.
Yuni merinci sumber daya penunjang lainnya telah diberikan oleh Dinkes Pemprov Jatim meliputi APD vaksinator sejumlah 1400 APD, safety box 25 pcs, ads 1.400 pcs, dan vtm 800 pcs.
Ditambahkan oleh Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan Dinkes Kota Batu Monika Kartikaning Fajar Ain, Skm terkait kebutuhan sarpras penunjang vaksin masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Untuk sarpras yang diajukan masih belum soalnya DPA belum terbit. Kami juga menunggu petunjuk selanjutnya dari provinsi untuk vaksinasi yang rencananya dilakukan Bulan Februari,” pungkasnya.










Balas
Lihat komentar