BLOK A – Belum seminggu Kayutangan Heritage dibuka, sejumlah masalah bermunculan. Setelah penataan kursi yang kurang memadai, kawasan pertigaan PLN dikabarkan tergenang air sore ini (25/12).
Kondisi tersebut disebarkan akun Twitter Radio City Guide dengan mencatut sejumlah pihak. Mulai dari akun informasi masyarakat Malang, Dinas terkait, serta Pemerintah Kota Malang
Cuaca Hari Natal di Kota Malang memang kelabu. Setelah dua hari cerah, hujan deras langsung mengguyur sejak siang hari. Bahkan menurut pantauan Blok-A pada pukul 18.35, hujan deras terus meengguyur hampir di semua wilayah.
Warganet yang gatal dengan kondisi ini tak ayal memberikan komentar pedas. Mereka menyorot standar pembangunan yang kurang memadai dan kurang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Akun Twitter @kayaknya_kenal telah memprediksi terjadinya genangan air lewat cuitannya sejak 12 Desember 2020. Postingan itu kemudian ia tampilkan ulang setelah prediksinya terjadi.
“Feeling Banjir Iki” kata Arman selaku pemilik akun @kayaknya_kenal.
Ia juga menduga sejumlah faktor penyebab dalam cuitan hari ini. Mulai dari penataan batuan andesit yang kurang baik hingga lubang drainase yang terlalu kecil.
Begitu pula dengan akun @diantarakarang yang melaporkan genangan yang timbul di Jalan Semeru Gang 2. Sayangnya, ia tidak mencantumkan dokumentasi baik foto maupun video.
“Begitu juga di depan Jalan Semeru Gang 2,” tulisnya.
Sindiran pedas juga tercurah. Sejumlah akun menganjurkan masyarakat untuk sekalian menjadikan genangan itu sebagai wahana air.
Seperti yang diungkapkan Yuwono Oktavialdi lewat akun @yuwonooktav. Ia menyebut genangan tersebut bisa jadi wahana air bagi warga.
“Menciptakan wahana baru sebagai hiburan agar masyarakat senantiasa happy,” tulis pria yang berprofesi sebagai blogger makanan itu.
Pernyataan senada diungkapkan akun @w431ng. Ia menyarankan para warga untuk tetap berpikir positif.
“Ambil positifnya, bisa main kapal-kapalan atau kapal selam di lokasi. Lagipula nanti cukup di sediakan sabun, selain bisa untuk cuci tangan, juga bisa untuk mandi + keramas + dibawa pulang airnya,” tulis akun yang mencantumkan nama Wawing tersebut.
Sedangkan akun @ichalgrind15 dan @Mir_ahBMaghfi lebih mengkritisi dana pembangunan yang tak sebanding dengan hasil akhir.
“Wkwkwkwk yo iki heritage e sing asli, 23M oleh e ngene, “Duit Henam Bisnis Henam,” tutur akun @ichalgrind15 dengan nama asli Rizal.
“23M untuk mempertahankan genangan agar masyarakat senantiasa bergembira bisa menikmati danau buatan,” sebut akun @Mir_ahBMaghfi dengan nama asli Mirah.










Balas
Lihat komentar