Medan, blok-a.com – Survei pembaca yang dilakukan media massa Kompas, menyebutkan, masih ada dari penikmat media internet menolak click bait atau judul bombastis.
Pembaca dari golongan ini masih menaruh harapan besar kepada insan pers agar tetap menyajikan berita yang akurat.
Bahkan, ada harapan agar proses di redaksi sebelum dimuatnya sebuah artikel itu bisa lebih ketat lagi penyaringannya.
Sehingga bisa menghindari, judul-judul yang bombastis. Atau kadang-kadang orang sering menyebutnya click bait.
Click bait ini juga menjadi keluhan dari generasi muda. Dari survei yang ada, kelompok usia 17-23 tahun ingin meningkatkan akurasi informasi, pemberitaan berimbang, independen dan tidak menggunakan judul bombastis.
Termasuk juga masyarakat di kelompok usia 24-40 tahun juga menginginkan hal yang sama.
Artinya generasi muda itu juga mengharapkan atau punya harapan yang besar pada pers. Karena mereka tahu bahwa informasi di medsos tidak ada saringannya.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Utara, Jalan Williem Iskandar Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.
Puncak peringatan HPN 2023 ini dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Kepala Daerah, dan insan pers dari seluruh Indonesia.
Usai acara, Wagub Emil berharap peringatan HPN ini akan menjadi momentum bagi insan pers Indonesia yang profesional dan cinta tanah air untuk terus menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa ini.
Senada dengan tema peringatan HPN yakni ‘Pers Bebas, Demokrasi Bermartabat.’
“Peringatan Hari Pers Nasional 2023 ini seiring tahun politik, semoga bisa jadi saksi bagaimana insan pers semakin profesional, bertanggung jawab, dalam mewujudkan demokrasi yang bermartabat,” katanya.
Pers yang bertanggung jawab itu tidak hanya menyampaikan informasi kepada publik, tapi juga menjadi mitra dalam proses pembangunan di Jatim.
“Selamat Hari Pers Nasional. Semoga di era disrupsi dan perkembangan teknologi informasi saat ini, insan pers Indonesia akan tetap jadi pelita dan cahaya yang mengantarkan bangsa kita ke masa depan yang lebih cerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Presiden Jokowi atas rakyat Indonesia dan pemerintah menyampaikan selamat kepada seluruh Insan Pers Indonesia. Sekaligus terima kasih atas kontribusinya kepada bangsa dan negara.
“Sejak awal masa kemerdekaan media terus menyuarakan berjuang merebut kemerdekaan, menyuarakan inovasi pembangunan dan menjadi penopang utama demokratisasi,” katanya.
Presiden mengatakan, saat ini pers sedang tidak baik-baik saja. Jikalau dulu isu utama dunia pers adalah kebebasan pers, saat ini pers mencakup media informasi digital yang memungkinkan semua orang bebas bikin berita.
“Sekarang ini masalah yang utama menurut saya adalah membuat pers yang bertanggung jawab karena masyarakat kebanjiran berita dari media sosial dan media digital lainnya termasuk platform asing,” katanya.
Menurutnya, media digital termasuk platform asing itu juga dikendalikan oleh algoritma raksasa digital yang cenderung mengutamakan komersil dan sensual mengorbankan kualitas isi jurnalisme.
Sementara, sumberdaya kekuatan media konvensional semakin berkurang, karena kebanyakan periklanan didominasi oleh media digital. Di sini maka Insan media justru sangat dibutuhkan dalam menyajikan informasi terverifikasi, aktual, memberi harapan dan optimisme ke masyarakat.
“Saya minta semua pihak termasuk Pemerintah Pusat dan Pemda mendukung keberadaan media arus utama, sehingga mereka mampu eksis dengan inovasi dan langkah-langkah strategis,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini turut dilakukan Nota Kesepahaman antara PWI Pusat dengan berbagai pihak. Seperti Astra, BPDPKS, BNI, Perhumas, Perpusnas, Artha Graha Peduli, Bulog. Dan Deklarasi Pers Nasional tentang Kemerdekaan Pers.(kim/lio)










Balas